nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Zaman Serba Canggih, Orang Hidup dengan AIDS Masih Saja Dijauhi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 18 Desember 2018 16:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 18 481 1992905 zaman-serba-canggih-orang-hidup-dengan-aids-masih-saja-dijauhi-BuyBQIwqo5.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MASALAH yang dialami orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak hanya penyakitnya, tapi juga lingkungan dan dirinya sendiri. Lalu, apakah persoalan ini akan terus berlanjut dan tidak menemukan jalan solusi?

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi tertinggi dengan 55.099 ODHA, dan diikuti Jawa Timur (43.399), Jawa Barat (31.293). Papua (30.699). dan Jawa Tengah (24.757).

"Sejak pertama kali ditemukan sampai dengan Juni 2018, HlV/AIDS telah dilaporkan keberadaannya di 433 atau 84.2 persen dari 514 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia," ungkap Menteri Kesehatan Nila Moeloek, pada peringatan Hari HIV/Aids sedunia, di Lapas Cipinang IIA Narkotika, Jakarta Timur.

Baca Juga: Intip Pose Syur DJ Butterfly, Basah-basahan Pakai Sarung

Nila menjelaskan, hingga Juni 2018 sebanyak 301.959 ODHA ditemukan di Indonesia, atau sekitar 47 persen dari estimasi ODHA tahun 2018 sebanyak 640.443 jiwa. Kasus ini sendiri, lanjut Nila paling banyak ditemukan pada kelompok umur 25-49 tahun dan 20-24 tahun.

"Kenapa baru 47 persen itu, karena masih kuatnya stigma di masyarakat pada ODHA, sehingga masih banyak masyarakat yang enggan untuk memeriksakan diri. Alhasil jumlah orang yang tes HIV pun masih belum banyak," kata Nila.

Ya, masalah stigma terkait HIV/AIDS ini seperti benalu yang sulit hilang. Masyarakat masih menganggap ODHA adalah kelompok orang yang perlu dijauhi dan sangat berisiko mudah menularkan "penyakitnya".

Baca Juga: Pesta Seks di Jogja Menyita Perhatian, Psikolog: Pelaku Mungkin Alami Gangguan Mental!

Padahal, ditegaskan Psikolog Inez Kristanti, ODHA sama saja seperti masyarakat biasa. Anda tidak perlu takut untuk berpelukan atau jabat tangan dengan mereka, karena paparan virus tidak semudah sentuhan badan semata.

"ODHA sama saja dengan manusia pada umumnya. Jadi, tidak perlu ada kekhawatiran berlebih mengenai penyakitnya dan yang harus ditegasi di sini, mereka butuh support untuk diterima dan ini yang membuat mereka bisa bertahan di lingkungan sosial," papar Psikolog Inez saat diwawancarai Okezone.

Lebih lanjut, Ketua Organisasi Tim Peduli AIDS Ilona menjelaskan bahwa di kelompok generasi milenial sendiri, masih banyak di antara mereka yang berpikiran bahwa HIV/AIDS ini jauh dari kehidupan mereka. Alhasil, banyak dari mereka yang 'ignorant' dengan kasus ini. Masyarakat juga banyak yang "ngecengin" para ODHA!

"Hal ini membuat para ODHA takut untuk didiskriminasi sama temannya atau malah dengan oknum petugas kesehatan. Jadi, tantangan mereka juga dari bagaimana pandangan orang lain ke mereka dan ini berdampak pada kepribadian ODHA. Selain itu, informasi yang masih minim juga menjadi kendala untuk ODHA sendiri," tutur Ilona.

Oleh karena itu, diharapkan keterbukaan dan kecukupan informasi terkait HIV/AIDS semakin baik dan lengkap. Pemerintah juga diharapkan semakin banyak memberikan informasi mengenai layanan kesehatan yang bisa dicari ODHA atau mereka yang pengin tes HIV.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini