nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keberadaan Support Group Penting bagi Penderita HIV Positif

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 19 Desember 2018 01:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 18 481 1993017 keberadaan-support-group-penting-bagi-penderita-hiv-positif-z4WdpcQ9cZ.jpg Dukungan penting untuk penderita HIV (Foto:Ist)

PENDERITA HIV Positif berhak atas kehidupannya dalam sebuah negara. Itu juga yang membuat ketersediaan obat antiretroviral (ARV) terus dicukupi pemerintah.

Tapi, pengobatan dan terapi saja sepertinya belum cukup bisa membuat orang dengan HIV/AIDS (ODHA) bisa punya kekuatan mental. Terlebih ketika dia berhadapan dengan lingkungan yang mungkin memegang teguh stigma buruk mengenai masalah ini.

Lalu, apa yang bisa dilakukan pasien HIV positif untuk tetap bisa bertahan hidup?

Jawabannya mungkin terlibat dalam sebuah support group. Bukan sekadar mencari ruang untuk bisa saling menguatkan, tapi menurut Psikolog Inez Kristanti, support group punya manfaat lebih besar dari sekadar ruang curhat untuk para ODHA.

"Jika ditanya apakah support group itu penting atau tidak, jawabannya penting. Karena bahkan Interfensi psikologi saja itu bukan sekadar terapi yang dilakukan psikolog, tapi juga bisa dalam bentuk support group. Psikolog hanya sebagai fasilitator," terangnya saat ditemui di acara UNAIDS Indonesia memperkenalkan "Tanya Marlo" untuk Menjawab Tantangan Seputar HIV/AIDS di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018).

(Baca Juga: Viral Pria Muntilan Nikahi Bule Cantik Asal Rusia, Langsung Banjir Ucapan Selamat)

(Baca Juga: 10 Negara dengan Populasi Wanita Cantik Terbanyak di Dunia)

Jadi, dari support group itu, ODHA mendapatkan dukungan dari orang-orang yang memiliki masalah yang sama. Hal ini yang membuat efek terapeutiknya berbeda dengan Anda datang one on one ke Psikolog. "Itu bagus juga. Tapi dengan datang ke supprt group ada manfaat lain yang cukup penting yang bisa Anda dapatkan," sambung Psikolog Inez.

Ya, dengan hadir dalam support group, Anda akan merasa tidak sendiri menghadapi masalah HIV ini. Anda juga bisa belajar memecahkan masalah dari kisah orang lain yang mungkin juga masalahnya sekarang Anda hadapi.

Di dalam support group, sambung Psikolog Inez, Anda juga bisa saling dukung. Jadi, ada rasa saling membantu dan menjaga satu sama lainnya. "Hal-hal semacam ini yang menarik dari datang ke support group. Dinaminya unik dan ini membawa dampak positif bagi ODHA dalam menjalani kehidupannya," papar dia.

Kemudian, bagaimana support group ini memberi dampak maksimal untuk keberlangsungan hidup ODHA?

Psikolog Inez menuturkan bahwa support group harus dipegang oleh psikolognya. Jadi, grup ini punya tujuan yang jelas, tidak sekadar ngobrol-ngobrol aja. Makanya, perlu ada orang dengan pengetahuan yang sangat baik terkait isu yang ada di support group tersebut. Dalam hal ini tentunya psikolog yang juga paham dengan isu HIV/AIDS.

"Jadi, dipastikan yang harusnya jadi efek baik, beneran jadi efek baik. Tidak kemudian malah jadi grup yang membawa dampak buruk ke ODHA, misalnya 'kok saya tidak bisa sesabar setegar dia'. Dengan fasilitator yang kompeten, ini akan membantu menyelesaikan kasus yang demikian. Makanya, support group ini membawa manfaat secara konstruktif bukan destruktif," tambah Psikolog Inez.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini