nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Sederet Penyebab Wanita Sulit Mendapatkan Keturunan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 18 Desember 2018 22:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 18 481 1993065 ini-sederet-penyebab-wanita-sulit-mendapatkan-keturunan-dMM2lXpgo9.jpg Ilustrasi (Foto: Dietdoctor)

MEMILIKI keturunan adalah hal yang tidak mudah didapatkan oleh sebagain pasangan suami istri. Tentunya, beberapa masyarakat ada yang mengalami masalah seperti ini.

Mereka telah menikah selama beberapa tahun, tapi tak kunjung dianugerahi kehamilan. Hal ini terkadang membuat seseorang merasa minder dan kurang percaya diri. Namun, tahukah Anda apakah yang menyebabkan terjadinya hal ini?

Dari sisi pria, mungkin kualitas sperma yang buruk bisa menjadi penyebab utamanya, namun apakah kendala yang timbul dari wanita?

Pada dasarnya wanita memiliki peran yang lebih kompleks dalam sebuah kehamilan. Berbeda dengan pria, wanita memiliki masa-masa subur (produktif) untuk memiliki keturunan. Jumlah sel telur dan usia sangatlah penting bagi seorang wanita.

 (Baca Juga:Menyimpan Smartphone di Kantung Celana Bisa Rusak Kualitas Sperma)

Sebagaimana diketahui, sel telur wanita tidak akan pernah berubah, berbeda dengan sperma yang jumlahnya bisa diperbanyak melalui proses spermatogenesis yang berlangsung setiap tiga bulan sekali. Sel telur yang dimiliki oleh wanita akan semakin turun setiap tahunnya hingga masuk dalam siklus menopause.

Pernyataan ini pun dibenarkan oleh dr. Beeleonie,BMedSc, SpOG(K). Menurutnya, setiap ada satu sel telur yang menetas, wanita akan membuang 1000 sel telurnya secara cuma-cuma. Hal ini akan berlangsung secara terus-menerus dan pada usia 37 tahun, seorang wanita hanya memiliki sisa sel telur di dalam tubuhnya sebesar 25 ribu.

 (Baca Juga:Seksinya Penampilan Polly Alexandria, Bule Inggris yang Dinikahi Pria Muntilan)

“Sel telur wanita tidak akan pernah bertambah, berbeda dengan sperma yang jumlahnya bisa diperbanyak melalui proses spermatogenesis yang berlangsung setiap tiga bulan sekali. Sel telur yang dimiliki oleh wanita akan semakin turun setiap tahunnya hingga masuk dalam siklus menopause,” tutur dr. Beeleonie, saat diwawancarai Okezone, Selasa (18/12/2018).

 

Hal inilah yang membuat persentase kehamilan seorang wanita di atas usia 35 tahun semakin kecil. Selain itu ada juga sindrom ovarium polikistik yang akan membuat mens menjadi tidak teratur, yakni bisa enam bulan sekali atau tiga bulan sekali.

Ini adalah sekelumit faktor yang membuat seorang wanita sulit mendapatkan keturunan. Dalam hal yang lebih kompleks , dr. Beeleonie menjelaskan beberapa faktor lain yang secara tidak langsung memegang andil dalam sulitnya mendapatkan keturunan.

“Endimetriosis sel dinding rahim yang nyasar ke tempat lain di luar rahim bisa menjadi penyebab lainnya. Ada yang nyasar ke paru-paru, jadi setiap kali menstruasi membuat paru-parunya berdarah. Endimetriosis sifatnya sangat lengket dan mereka akan menangkap sel telur sehingga tidak bisa bergerak dan menyebabkan infertilitas,” tutur dr. Beeleonie, saat diwawancarai Okezone, Selasa (18/12/2018).

Dokter Beeleonie menyarankan kepada para pengantin yang baru menikah agar tidak mengulur waktu untuk memiliki anak. Pasalnya semakin tua usia seorang wanita, maka kemampuan mereka untuk memiliki keturunan juga akan semakin kecil.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini