nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Banyak Orang Indonesia Enggak Mau Tes HIV

Blenda Azaria, Jurnalis · Selasa 18 Desember 2018 23:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 18 481 1993092 ini-alasan-banyak-orang-indonesia-enggak-mau-tes-hiv-IyGyCqkobf.jpg Orang Indonesia masih enggan ikut tes HIV (Foto: Ilustrasi Remmymeggs)

MASIH banyak stigma negatif terhadap para pengidap AIDS atau ODHA. Banyaknya stigma negatif dan diskriminasi ini disebabkan oleh kurangnya informasi.

Menurut laporan data dari Kementerian Kesehatan RI, di Indonesia saat ini diperkirakan terdapat kurang lebih 640 ribu orang pengidap HIV dan AIDS. Namun dari sekian banyak penderita, hanya sekitar 48% ODHA yang mengetahui status mereka.

"Kalau seseorang riwayatnya baik-baik saja; dia tidak pakai drugs dan injection, dia tidak seks bebas, ya tidak perlu test HIV. Tapi kalau seseorang sekiranya punya resiko terjangkit AIDS, harus segera dicek," tutur Krittayawan Boonto atau Tina, UNAIDS Indonesia Country Director yang ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

 BACA JUGA:

12 Pasangan Zodiak yang Bakal Langgeng, Best Couple Banget!

Menurut Tina, bahkan bayi yang dikandung oleh seorang ibu penderita AIDS pun belum tentu positif AIDS. Untuk itu lah diperlukannya pengecekkan darah dan test HIV agar penderita mendapat penanganan lebih dini, sebelum virus semakin menjalar ke tubuh.

 

Stigma negatif yang ada di masyarakat sendiri lah yang membuat kebanyakan orang takut melakukan pengecekkan.

"Saya pernah cek HIV ke suatu rumah sakit di daerah Jakarta, nah pas saya mau masuk, petugas kesehatannya malah nanya 'emang sudah pernah ngapain aja, mba?'. Kan saya jadi males ya, niatnya pengen cek HIV doang kok," ujar Ilona, Ketua Organisasi Tim Peduli AIDS Atma Jaya.

Menurut Ilona, masih banyak anak muda yang belum sadar akan pentingnya pengecekkan HIV sejak dini karena merasa bahwa lingkungan bergaulnya 'baik-baik saja'.

Selain itu, faktor malu dan takut juga dirasakan oleh banyak anak muda sehingga belum melakukan pengecekkan.

 BACA JUGA:

7 Penyakit yang Dapat Merenggut Nyawa dalam 24 Jam

Oleh karena itu, UNAIDS Indonesia bekerja sama dengan Nimbly Technologies dan Botika mengeluarkan chat-bot bernama 'Tanya Marlo' yang akan menjawab pertanyaan seputar HIV AIDS. Pastinya, rahasia dan privasi pengguna akan terjaga dengan baik sehingga Anda tidak perlu takut untuk mencoba.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini