nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cukupkah Belajar 3 Bulan untuk Jadi Fashion Designer?

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 19 Desember 2018 11:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 19 194 1993272 cukupkah-belajar-3-bulan-untuk-jadi-fashion-designer-tleunxiIGV.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MENJADI seorang fashion designer tidaklah mudah. Meskipun memiliki passion di bidang fashion, kemampuan yang dimiliki bukan hanya sekadar menggambar desain busana. Mereka yang ingin menjadi desainer harus mengetahui tentang material bahan, teknik, budgeting, hingga cara memasarkan koleksinya.

Beberapa orang memilih untuk belajar di sekolah khusus agar mendapatkan ilmu lebih dalam tentang fashion. Di Indonesia sendiri sudah ada sejumlah sekolah fashion. Salah satunya adalah Islamic Fashion Institute (IFI) yang berada di Bandung, Jawa Barat.

Para siswa di sekolah fashion ini biasanya akan menempuh pendidikan selama kurang lebih sembilan bulan. Di sana mereka diajarkan untuk menjadi fashion stylist, fashion PR dan marketing, lalu kemudian naik tingkat menjadi fashion designer. Banyak pelajaran yang diberikan kepada para siswa secara mendetail. Para siswa pun harus menjalani tahapan tes agar bisa menjadi fashion designer handal..

Baca Juga: Seksinya Penampilan Polly Alexandria, Bule Inggris yang Dinikahi Pria Muntilan

Sama seperti sekolah pada umumnya, tentu ada kesulitan yang dialami oleh para siswa. Hal ini yang dirasakan oleh 18 siswa Grade 14. Mereka yang baru belajar 3 bulan dituntut untuk menampilkan hasil karyanya ke hadapan umum dalam fashion show rangkaian acara Graduation Show Batch 4.

“Gelaran ini memang khusus diadakan agar para siswa dapat mencoba dan berlatih bagaimana rasanya mempresentasikan karya dan dipakai model, merasakan adrenalin di belakang panggung, dan melihat karya teman-teman lain. Semacam uji mental,” ungkap salah seorang founder IFI yang juga desainer ternama, Deden Siswanto saat ditemui Okezone.

Dijelaskan oleh Deden, banyak siswa yang masih terbilang awam mengenai fashion. Oleh karenanya, dengan sekolah mereka dibantu untuk mendapatkan informasi yang baik dan benar untuk membangun bisnis di bidang fashion.

Baca Juga: Viral Pria Muntilan Nikahi Bule Cantik Asal Inggris, Langsung Banjir Ucapan Selamat!

“Kami harapkan bisa memberi warna lain untuk menghadirkan signature berbeda. Mereka juga diajarkan berbisnis sehat, saling membangun, dan memberi dukungan,” tambah Deden.

Lantas, kesulitan apa yang dialami oleh para siswa saat hendak mengadakan fashion show? Salah seorang siswa, Siti Nurjanah memberikan jawabannya.

“Saya masih blank karena belum ada brand. Bisa dikatakan sama sekali pemula, awam di dunia fashion. Tapi di sini saya dibimbing sampai detail untuk bisa sampai menampilkan karya,” ujarnya di kesempatan yang sama.

Di kesempatan yang sama, salah satu siswa lainnya, Nyimas Nurkoemala Indah, menyebut ada tantangan lain di balik pelajaran ini. “Kesulitannya sih mencari bahan, menyesuaikan ke desain rancangan, dan memikirkan ide baiknya digimanain,” pungkasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini