nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Psikologis Kenapa Orang Tidak Bisa Berhenti Cek Handphone

Risda Nadiva, Jurnalis · Rabu 19 Desember 2018 20:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 19 196 1993475 alasan-psikologis-kenapa-orang-tidak-bisa-berhenti-cek-handphone-5Vr5wEIL08.jpg Alasan psikologis kenapa orang tak bisa lepas dari smartphone (Foto: Boldsky)

RASANYA hidup tak lengkap tanpa smartphone karena memang, segala agenda, obrolan, hingga menyangkut gaya hidup erat kaitannya.

Namun, menilik sisi psikologis, kita sering mengecek smartphone dalam hitungan beberapa detik saja kita langsung menatap layarnya. Entah itu ada pemberitahuan aplikasi atau tidak, mengutip YourTango pada Rabu (19/12/2018), inilah penyebabnya.

Berdasarkan jajak pendapat Gallup pada Juli 2015, menemukan bahwa orang dewasa sering memeriksa ponsel cerdasnya beberapa kali dalam satu jam (41%) atau setiap beberapa menit (11%).

BACA JUGA:

Ramalan Zodiak Pekan Ini, Gemini Sibuk Mikirin Mantan

Ketika mereka memeriksa pemilik smartphone berusia 18 hingga 29 tahun, angka-angka itu meningkat menjadi 51 persen dengan pengecekan beberapa kali dalam satu jam dan 22 persen memeriksa setiap beberapa menit.

Hal itu terjadi karena lonjakan pemakaian media sosial seperti Instagram dan Snapchat pada 2016 dan 2017 yang sering dibuka beberapa menit sekali.

 

Nyatanya, baik remaja maupun orang dewasa sering main smartphonenya sambil menunduk menatap layar, tidak mengherankan bila mereka jadi lupa dengan sekitarnya, termasuk orang-orang dan kewajiban. Menurut Gallup, tren teknologi membutuhkan waktu yang lama agar terkenal.

Menurutnya jika seseorang melirik ponselnya, perasaan orang akan terbagi jadi dua proses, yaitu senang dan puas melihat sesuatu diposting dari media sosial atau nonton video, ini menandakan gejala kecanduan. Sebagian orang akan merasa lega karena tidak ketinggalan postingan atau komentar baru, berarti orang itu terkena tanda obsesi potensial.

Terlepas dari itu, peneliti menemukan temuan jika kita sering menggunakan handphone agar tidak berinteraksi dengan orang sekitarnya, itu bisa jadi syarat terbentuknya fobia atau kecemasan sosial, meskipun penelitian itu masih terbagi.

BACA JUGA:

5 Penampilan Seksi Hilda Vitria, Kekasih Billy Syahputra yang Kontroversial

Bahkan, ia juga berpendapat kalau kebanyakan orang termotivasi untuk mengecek gadgetnya didasari oleh rasa jenuh, sedikit kecemasan sosial, dan kesenangan.

Oleh sebab itu, ia sering memperhatikan orang yang ditemuinya akan tersenyum ketika melihat ponselnya dapat balasan pesan, atau sebagian lain tidak berekspresi karena perasaan lega.

Ia juga percaya kalau banyak kalangan tua dan muda sering memegang ponsel ketika sedang jalan, berdiri di sebuh restoran, atau duduk di taman akan membuka ponselnya. Entah itu sekadar melihat foto atau iseng main ponsel.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini