Tak Selalu Pakai Es Batu, Ikan Juga Bisa Segar dengan Cara Ini

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 19 Desember 2018 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 19 298 1993446 tak-selalu-pakai-es-batu-ikan-juga-bisa-segar-dengan-cara-ini-nFJyGGZRzr.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DENGAN kondisi maritim Indonesia yang sangat luas, potensi ikan kita sangat melimpah. Ikan pun menjadi sajian yang paling sering menjadi hidangan masyarakat Indonesia.

Namun tentunya, Anda harus bisa memilih ikan segar dan berkualitas supaya aman dikonsumsi. Kebanyakan dari kita akan memilih cool box yang diisi es batu, tapi tahukah Anda sebenarnya ada banyak cara menjaga agar ikan tetap sehat.

Seperti temuan baru besutan tim peneliti Maslaha, menyediakan pengganti es berbahan kimia ‘food grade’ yang tahan hingga 24 jam dengan suhu -27 derajat celcius.

Baca Juga: Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Lakukan 5 Tips Ini biar Kamu Tetap Tegar

Dadang Suherman dari tim Maslaha menjelaskan, penelitian tersebut dilakukan sebagai alternatif pengganti es batu unik menjaga kesegaran ikan-ikan yang baru ditangkap. Timnya melakukan uji coba lapangan di 30 kota penghasil ikan tangkap selama empat tahun terakhir. “Dari hasil uji coba, teknologi ini bisa menjaga kualitas, nutrisi, protein, dan organoleptik ikan dengan sangat baik," tuturnya.

Selain itu, ada beberapa alternatif lainnya yang tak kalah bermanfaat. Seperti tim peneliti dari Prominator, yang menyediakan armada roda 3 dengan boks penyimpanan dingin, serta panel surya sebagai solusi transportasi untuk distribusi ikan. Juga, Portable Cool Box menyediakan boks sistem pendingin aktif, yang menggunakan larutan NaCL (garam).

Ketua Forum Jejaring I-PLAN Dr Soenan Hadi Poernomo mengatakan, banyak inovasi-inovasi dengan terapan kajian di lapangan, yang terbukti bermanfaat. Termasuk dalam aspek menjaga kesegaran ikan, agar nilai gizinya terjaga dengan baik.

Baca Juga: Seksinya Penampilan Polly Alexandria, Bule Inggris yang Dinikahi Pria Muntilan

"Kami sangat senang bisa bertemu dengan banyak inovator muda Indonesia dari berbagai latar belakang yang memiliki cara kreatif untuk mengatasi post-harvest loss. Sehingga dapat mengurangi kerugian yang dihadapi para produsen ikan-ikan," tutur Dr Soenan.

Berdasarkan studi oleh Dalberg pada tahun 2017, setiap tahun, Indonesia kehilangan 25 persen kuantitas ikan segar atau setara dengan 16.000-27.500 metrik ton protein ikan. Pada tahun 2015 Kementerian Kelautan dan Perikanan, memperkirakan nilai kerugian pasca-panen mencapai Rp30 triliun.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini