3 Tingkat Kecanduan Selfie, Anda Masuk yang Mana?

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 19 Desember 2018 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 19 481 1993262 3-tingkat-kecanduan-selfie-anda-masuk-yang-mana-zPdwhRRtdH.jpg Ilustrasi Selfie. (Foto: Shutterstock)

KECANGGIHAN teknologi kini membuat semuanya serba mudah. Sebagai contoh, dengan adanya kamera di depan di ponsel atau layar yang bisa diputar di kamera mirrorless maupun DSLR membuat orang lebih mudah mengambil foto diri saat berada di suatu tempat.

Adanya kemudahan tersebut membuat orang jadi senang foto selfie. Biasanya dengan selfie mereka jadi tahu angle yang tepat untuk membuat tampilan menjadi lebih menarik. Selain itu, selfie terkadang dapat memberikan kegembiraan tersendiri dan mengurangi stres, namun terlalu sering selfie juga sebenarnya tidak baik.

Selfie dapat menyebabkan seseorang menjadi terobsesi atau kecanduan. Dirinya bisa saja mengambil potret diri setiap saat serta tidak peduli tempat dan orang-orang di sekitarnya. Perilaku ini dianggap sebagai salah satu kelainan kesehatan mental.

Baca Juga: Seksinya Penampilan Polly Alexandria, Bule Inggris yang Dinikahi Pria Muntilan

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di All India Institute of Medical Sciences, New Delhi, menemukan sebanyak 259 orang meninggal karena mengambil foto selfie pada periode Oktober 2011 sampai November 2017. Hasil penelitian mengatakan selfie sebenarnya merupakan kondisi mental asli dari orang-orang yang memotret dan mengunggah hasilnya ke media sosial.

"Selfie adalah bentuk baru gangguan kesehatan mental yang sedang diakui oleh para peneliti dan praktisi kesehatan mental. Beberapa psikolog dan psikiater sudah mulai meneliti tentang dampaknya serta beberapa hasil konfirmasi sekarang diamati. Konsekuensi dari selfie berorientasi pada perilaku," kata psikolog Magnus Gasana Udahemuka seperti yang dikutip Okezone dari The New Times.

Disebutkan, selfie terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu batas, akut, dan kronis. Mereka yang masuk dalam kategori batas biasanya mengambil foto diri sendiri paling banyak tiga kali sehari tetapi tidak mengunggahnya di media sosial.

Baca Juga: Viral Pria Muntilan Nikahi Bule Cantik Asal Inggris, Langsung Banjir Ucapan Selamat!

Lalu, mereka yang masuk dalam kategori akut akan mengambil foto diri sendiri paling banyak tiga kali sehari dan mengunggahnya ke media sosial satu per satu.

Sementara mereka yang masuk dalam kategori kronis, memiliki dorongan tidak terkendali untuk mengambil foto diri sepanjang waktu dan mengunggah ke media sosial lebih dari enam kali sehari.

Dia menjelaskan persaingan sosial adalah penyebab kecanduan selfie. Tak sedikit orang yang membutuhkan komentar dan apresiasi positif dari publik serta teman-temannya. Selain itu, mereka juga memiliki keinginan untuk masuk ke sebuah kelompok tanpa merasa terisolasi.

Mereka yang mengalami kecanduan selfie cenderung rendah diri dan memiliki kesesuaian subjektif terlalu umum. Gasana lebih lanjut mengatakan kecanduan selfie adalah nyata karena membuat seseorang mengubah hasil foto asli ke hasil berbeda menggunakan aplikasi edit foto atau filter.

"Terkadang mengambil foto selfie dengan cara ekstra dapat memengaruhi profesionalisme, interaksi sosial, dan hubungan dengan orang lain karena seseorang dapat menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengedit foto,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini