4 Hoax Paling Menggemparkan di 2018, Telur Palsu hingga Kartu Nikah 4 Foto Istri!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 19 Desember 2018 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 19 481 1993579 4-hoax-paling-menggemparkan-di-2018-telur-palsu-hingga-kartu-nikah-4-foto-istri-vpM84qv5qn.jpg Berita hoax soal telur plastik (Foto: Kominfo)

Hoax menjadi isu yang hangat di negara ini. Pemerintah bahkan sampai membuat aksi Anti Hoax untuk menyelamatkan masyarakat dari kabar palsu yang mengkhawatirkan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI baru-baru ini mengeluarkan rilis 10 konten hoax paling berdampak di 2018. Dari ke-10 hoax itu, yang cukup mengkhawatirkan karena dekat dengan masyarakat ada 4 dan Okezone coba merangkumnya khusus untuk Anda

1. Hoax Konspirasi Imunisasi dan Vaksin

Maish banyak dari masyarakat kita yang menolak dengan keberadaan vaksin dan imunisasi. Kondisi ini yang kemudian membuat informasi salah mengenai hal ini menjadi mudah termakan.

hoax

Salah satu hoax tentang vaksin imunisasi yang cukup viral adalah isu konspirasi penyebaran virus atau penyakit melalui vaksin. Dikabarkan vaksin yang digunakan imunisasi mengandung sel-sel hewan, virus, bakteri, darah, dan nanah.

hoax

Isu yang tidak benar itu menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap stigma masyarakat Indonesia tentang Imunisasi. Imbasnya masyarakat menjadi ragu bahkan takut untuk memberikan imunisasi pada anak-anak mereka.

hoax

2. Hoax Telur Palsu atau Telur Plastik

Pada awal 2018, masyarakat Indonesia digegerkan dengan berita hoax mengenai telur palsu atau telur plastik yang beredar di pasar tradisional dan supermarket. Berbagai foto dan video terkait proses pembuatan telur palsu banyak di unggah di youtube dan media sosial. Bahkan beberapa mengatakan bahwa telur-telur itu diproduksi dari negara Cina.

Masyarakat dibuat resah karena telur merupakan salah satu makanan sumber energi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Isu tersebut juga merugikan peternak ayam petelur dan para penjual telur. Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan Mabes Polri bergerak dan turun langsung ke lapangan guna menyikapi beredarnya berita-berita mengenai telur palsu tersebut yang ternyata hanya hoax.

hoax telue plastik

3. Hoax Kartu Nikah dengan 4 Foto Istri

Hoax ini menjadi geger selain karena pergantian dari buku nikah menjadi kartu nikah, penyebar hiax menambahkan kabar palsu. Yaitu adanya kolom penempatan foto istri dan jumlahnya ada 4. Hal ini membuat keributan di tengah masyarakat.

Setelah Kementerian Agama resmi menerbitkan kartu nikah bagi pasangan suami-istri untuk efisiensi dan akurasi data, beredar viral di media sosial sebuah gambar kartu nikah berwarna kuning dengan logo Kementerian Agama. Dalam kartu tersebut tercantum empat kolom istri dan satu kolom suami lengkap dengan kolom nama dan tanggal pernikahan di masing-masing kolom istri.

hoax

Sebagian netizen menganggap hal tersebut hanya lelucon, namun tidak sedikit yang berspekulasi bahwa kartu tersebut adalah kartu legalitas untuk berpoligami.

Tentu saja kabar ini adalah hoax. Adapun bentuk kartu nikah yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag, memiliki warna dasar hijau dengan campuran kuning. Bagian atas kartu bertuliskan kop Kementerian Agama.

Di bagian tengah terdapat tiga kotak. Dua kotak di bagian atas untuk foto pasangan pengantin, sementara kotak bagian bawah akan diisi kode batang atau barcode yang jika dipindai akan muncul data-data lengkap tentang peristiwa nikah pemiliknya.

4. Hoax Makanan Mudah Terbakar Positif Mengandung Lilin atau Plastik

Pada awal 2018 muncul isu adanya zat berbahaya dalam serbuk sebuah merk minuman kopi sachet. Hal itu ramai diperbincangkan setelah adanya unggahan video seseorang menebarkan serbuk kopi tersebut ke api yang membuat nyala api makin besar dan menyambar.

Video itu menimbulkan keresahan di kalangan konsumen, bahkan tidak sedikit yang menggunakan teknik membakar makanan hanya untuk membuktikan adanya kadar lilin atau plastik dalam makanan tersebut.

hoax

Padahal BPOM, melalui situs resminya memberikan penjelasan bahwa hal tersebut tidaklah dapat dibenarkan. Pasalnya, semua produk pangan yang memiliki rantai karbon (ikatan antar atom karbon) serta mengandung lemak atau minyak dengan kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis dan berpori, seperti kerupuk, crackers, dan makanan ringan lainnya pasti akan terbakar atau menyala jika disulut dengan api.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini