nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerajinan Tangan dengan Teknik Tenun Makin Diminati, Susah Gak Sih?

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 20 Desember 2018 10:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 20 194 1993765 kerajinan-tangan-dengan-teknik-tenun-makin-diminati-susah-gak-sih-GrZIgQIpAC.jpg Alat Tenun. (Foto: Okezone)

HINGGA saat ini masih banyak orang yang menaruh minat terhadap kerajinan tangan, tidak heran bila industri di bidang ini terbilang menjanjikan. Salah satu teknik untuk membuat kerajinan tangan adalah weaving atau penenunan.

Weaving merupakan teknik penyusunan struktur kain yang terdiri dari jalinan dari benang lungsi atau benang yang membujur dan benang pakan yang melintang. Dengan teknik weaving, benang-benang tersebut akan menjalin satu sama lain. Seorang pengrajin seni, Felia Maliza mengungkapkan fungsi dari penenunan.

“Selain bisa dimanfaatkan di industri fashion (kain mentah, kain polos), bisa jadi wall hanging (pajangan), atau detailing baju. Sekarang struktur tenunan enggak cuma yang polos saja, ada banyak," ungkapnya saat ditemui Okezone.

"Bisa dijadikan tenun dekoratif seperti tenun Nusantara, tenun NTT, NTB, songket, dan lain sebagainya,” tambah dia.

Baca Juga: Gaya Nyentrik Habib Bahar dengan Penutup Kepala Stylish

 

Selain itu, teknik menenun juga bisa menghasilkan detailing busana, dengan begitu dapat ditempelkan dan membuat busana menjadi lebih menarik. Detailing yang dibuat dalam jumlah banyak pun dapat disatukan menjadi sebuah tas.

Banyaknya manfaat yang didapatkan dari teknik menenun membuat sejumlah orang terutama yang tertarik dengan kerajinan tangan ingin mempelajarinya.

“Teknik tenun ini bisa dipelajari secara otodidak. Sekarang ini juga sudah banyak video tutorial seperti di YouTube karena sebenarnya gampang banget. Atau bisa juga mengikuti workshop-workshop,” ujar Felia.

Perempuan yang juga merupakan pengajar di Islamic Fashion Institute (IFI) itu menuturkan, kesulitan dalam teknik menenun tidak begitu tinggi. Sebab, teknik ini hampir sama dengan menganyam yang dipelajari sewaktu sekolah. Walau begitu, tetap ada perbedaan antara teknik menenun dan teknik menganyam.

“Kalau dianyam ‘kan tidak perlu direkatkan di tahap akhir tapi kalau weaving harus direkatkan agar menyatu. Selain itu ada perbedaan alat, kalau menganyam enggak perlu pakai peralatan yang gimana-gimana, tapi kalau menenun ada peralatan khususnya,” tutur Felia.

BAca Juga: Viral Jawaban Bocah Mengenai Hari Kiamat, Netizen: "Ini yang Jawab Masuk Neraka lewat Jalur Prestasi"

Dia menjelaskan, untuk tenun besar alat yang biasa digunakan adalah alat tenun mesin atau alat tenun bukan mesin (ATBM) dari kayu. Sedangkan kalau untuk workshop ada ATBM versi mini dan terbuat dari akrilik.

Alat tersebut, biasanya dipesan khusus dari laser cutting karena memerlukan pembidangan. Selain itu, ada alat-alat lain yang digunakan yaitu sisir untuk merekatkan, jarum, dan pengikat benang.

“Bagi yang baru yang mulai belajar sebaiknya pakai ATBM yang kecil. Kalau untuk alat tenun sesungguhnya besar dan terbuat dari kayu. Selain itu ada teknik-teknik khususnya lagi karena ATBM itu ada yang pakai injakan kaki atau pakai tangan untuk mengubah struktur,” papar Felia.

Selain ATBM, ada bahan yang diperlukan yaitu macam-macam benang. Mulai dari benang kasur, benang sulam, benang jahit, benang katun, hingga benang wol, dan sebagainya. “Untuk menciptakan tekstur yang berbeda sebaiknya jenis benang yang digunakan beragam. Dengan begitu tekstur kain tidak monoton dan hasilnya lebih menarik,” tambah Felia.

Dia menambahkan, untuk menghasilkan kain tenun dari ATBM mini berukuran 15x20 cm diperlukan waktu paling tidak 2-3 jam. “Kuncinya kalau mau buat kerajinan tangan itu sabar dan telaten. Selain itu, kalau tenun juga perlu ketelitian, jangan sampai ada yang terlewat. Sebab kalau satu aja salah dapat merusak struktur kain,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini