nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Mario Bross hingga Arsitektur Spanyol Jadi Inspirasi Busana Muslim, Seperti Apa Hasilnya?

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 20 Desember 2018 21:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 20 194 1994060 ketika-mario-bross-hingga-arsitektur-spanyol-jadi-inspirasi-busana-muslim-seperti-apa-hasilnya-YunHC09wyB.jpg Ilustrasi Busana Muslim. (Foto: Shutterstock)

PERKEMBANGAN busana Muslim khususnya modest fashion di Indonesia terbilang cukup pesat. Beberapa tahun terakhir banyak perempuan yang mulai tertarik mengenakan busana Muslim karena desainnya lebih modern.

Sekarang ini sudah banyak bermunculan fashion designer yang mengeluarkan koleksi busana Muslim. Hal ini pula yang mengilhami orang-orang yang memiliki passion di dunia fashion untuk mengikuti jejak langkah mereka. Salah satu cara mewujudkannya adalah dengan mengikuti sekolah khusus fashion.

loading...

Bagi mereka yang ingin menjadi fashion designer busana Muslim bisa belajar di Islamic Fashion Institute (IFI) yang merupakan sekolah busana Muslim pertama di Indonesia.

Baca Juga: Seksinya Penampilan Polly Alexandria, Bule Inggris yang Dinikahi Pria Muntilan

Kesepuluh orang itu adalah Rifdatul Khoiro dengan koleksi Elok yang terinspirasi busana khas Jambi, Haliza Apriana dengan koleksi Yugeen yang memperlihatkan kesederhanaan masyarakat Jepang, Dwi Mustika Dantika dengan koleksi Snova Rasti yang terinspirasi dari hutan gundul di Kalimantan. Sekolah ini didirikan oleh 3 orang desainer ternama yaitu Irna Mutiara, Deden Siswanto, dan Nuniek Mawardi. Kemarin, Rabu, 19 Desember 2018, sekolah yang berlokasi di Bandung ini meluluskan 10 orang siswa yang dianggap sudah mampu menjadi fashion designer.

Selain itu, ada Minatilah Maupurah dengan koleksi Vis-À-Vis terinspirasi dari perpaduan negara Turki, dan Siti Salma Nursabila dengan koleksi New Yorkers yang terinspirasi dari kehidupan kota New York.

Selanjutnya ada Putri Nur Kharisma dengan koleksi Kanau yang terinspirasi dari video game Mario Bross, Felicia Joufrinne dengan koleksi Untitled yang terinspirasi dari Urban Street Art, Shafiradita Farhani dengan koleksi Belleza yang terinspirasi dari gaya arsitektur bangunan di Spanyol.

Baca Juga: Viral Jawaban Bocah Mengenai Hari Kiamat, Netizen: "Ini yang Jawab Masuk Neraka lewat Jalur Prestasi"

Mashita Andhani Prieska dengan koleksi Reis yang terinspirasi dari keindahan sawah di Pulau Bali, serta M. Firman Nurimansyah dengan koleksi Age Of Steam yang terinspirasi dari mesin uap.

Dari keseluruhan tema, para siswa tersebut mengusung fashion show kelulusan dengan tema Notre Voyage yang diambil dari Bahasa Perancis dengan arti Perjalanan Kami. Tema tersebut dianggap merepresentasikan dan menyatukan siswa dalam satu pengalaman dan ikatan yang kuat. Waktu yang dilalui telah memberi ruang-ruang yang diisi dengan harapan dan mimpi yang jauh ke depan.

Selain itu, pada saat fashion show masing-masing siswa juga ditantang mengenakan busana dengan konsep zero waste. Mereka diberikan kain warna hitam sepanjang 5 meter dan wajib dibuat busana tanpa menyisakan kain.

Perjalanan mereka menjadi seorang fashion designer tidaklah mudah. Kesepuluh orang tersebut harus menempuh pendidikan selama kurang lebih 9 bulan.

Ada tiga tahap yang harus dilalui yaitu fashion stylist dengan ujian membuat dua buah busana, fashion PR dan marketing dimana mereka harus bisa menyampaikan DNA brand dan dari segi bisnis meliputi harga, detail busana, jenis kain, serta cara penjualan. Tahap terakhir adalah fashion designer dengan membuat koleksi.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini