nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pahit Manis Menikah dengan Pasangan Beda Negara

Abdul Razak, Jurnalis · Kamis 20 Desember 2018 14:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 20 196 1993894 pahit-manis-menikah-dengan-pasangan-beda-negara-xPle1Je1x2.jpg

DENGAN semakin maju teknologi di era globalisasi ini memudahkan seseorang untuk bertemu dengan orang lain yang berbeda negara, bahasa, dan budaya.

Sama halnya seperti kisah cinta Nur Khamid dan Polly Alexandria Robinson yang menikah pada 16 Desember 2018. Kisah cinta mereka berdua sangat berbeda mulai dari bahasa, budaya, bahkan negara mereka mempunyai kultur nya masing-masing.

 Seksinya Penampilan Polly Alexandria, Bule Inggris yang Dinikahi Pria Muntilan

Polly Alexandria Robinson, bule cantik berusia 21 tahun asal Manchester, Inggris ini viral, karena menikah dengan pria sederhana bernama Nur Khamid asal Dusun Gaten,Desa Ketunggeng, Kecamatan Dukun,Kabupaten Magelang, Jawa tengah.

Kabarnya, awal kisah cinta pasangan tersebut muncul ketika Nur Khamid tengah bekerja di Bali dan pada saat itu ia bertemu dengan bule Inggris tersebut. Sampai akhirnya hubungan mereka semakin dekat dan menikah pada 16 Desember 2018.

Nah, dengan menikah dengan bule pastinya memiliki perbedaan-perbedaan yang signifikan, seperti budaya, negara, dan bahasa.

Apa dampak negatif dan positif yang akan dialami oleh pasangan tersebut?

Menurut pakar psikologi keluarga, Kassandra Putranto mengatakan, jika pasangan berbeda kultur ini, tidak didasari oleh komunikasi yang positif, maka akan terjadi masalah-masalah yang muncul seperti perbedaan pendapat, atau nilai yang di anut dalam keluarganya nanti. Selain itu masalah lain yang mungkin akan timbul adalah cara mendidik anak.

 

“Harus didasari komunikasi yang positif antarpasangan tersebut,jika tidak maka akan terjadi masalah seperti perbedaan pendapat atau nilai yang dianut dalam keluarga nantinya. Masalah lain yang mungkin muncul adalah bagaimana cara mendidik anak, Walaupun perbedaan budaya dapat saling melengkapi, di sisi lain memungkinkan adanya konflik tentang bagaimana anak itu kedepannya,” ujar Kassandra Putranto, saat dihubungi Okezone (19/12/2018).

 Viral Jawaban Bocah Mengenai Hari Kiamat, Netizen: "Ini yang Jawab Masuk Neraka lewat Jalur Prestasi"

Selain itu ia juga menambahkan bahwa pernikahan berbeda kultur tidak selalu membawa dampak negatif saja dalam hubungan pernikahan, tetapi bila kedua belah pihak memiliki tingkat kedewasaan yang baik dalam menyelesaikan suatu masalah, maka perbedaan kultur itu dapat memberikan dampak positif pada pasangan tersebut.

“Pernikahan beda kultur tentu tidak selalu membawa hal negatif dalam suatu hubungan. Jika kedua belah pihak memiliki tingkat kedewasaan yang baik dalam menyelesaikan masalah, perbedaan kultur itu dapat menghasilkan dampak positif, seperti kedua pasangan lebih terpapar dengan berbagai budaya sehingga sifat menghargai orang lain dapat meningkat dalam diri pasangan tersebut,” papar Kassandra Putranto.

(ndr.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini