nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suka Koleksi Video Porno, Apakah Termasuk Penyimpangan Seksual?

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 20 Desember 2018 17:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 20 196 1993942 suka-koleksi-video-porno-ternyata-bukan-penyimpangan-seksual-ITdUTajCs9.jpg Koleksi video porno ternyata bukan penyimpangan seksual (Foto: Ilustrasi/huffingtonpost)

PEMBAHASAAN soal seks, apapun itu yang termasuk di dalamnya mulai dari hubungan seksual, orientasi seksual, atau bahkan soal video porno tidak dipungkiri di kalangan masyarakat masih jadi pembahasan yang tabu.

Salah satu contoh simpel yang sering ditemui ialah soal koleksi video porno, terutama di kalangan kaum pria. Suka atau tidak, pasti pernah melihat atau bahkan pernah mengalami yang namanya diejek oleh teman-teman karena diketahui mengoleksi video porno.

 BACA JUGA:

Seksinya Matilde Faria, Putri Jose Mourinho yang Menggeluti Dunia Fashion

Well, untuk Anda pria yang suka mengoleksi video porno lalu khawatir dianggap sebagai pribadi yang mempunyai ‘gangguan’. Jangan khawatir, ternyata hal sebagaimana dijelaskan oleh Zoya Amirin, selaku seksolog adalah hal yang normal.

“Koleksi video porno dalam DSM (Diagnostic Statistical Manual for Mental Disorder) buku paduan normal enggak normal Psikolog dan Psikiater seluruh dunia. Nah, dalam DSM koleksi video porno tidak ada. Berarti termasuk perilaku normal, tapi apakah baik? Ya enggak,” tutur Zoya saat dihubungi Okezone melalui pesan pribadi, Kamis (20/12/2018).

Zoya menerangkan lebih lanjut, yang namanya mengoleksi video porno itu pada dasarnya adalah hal yang oke-oke saja untuk dilakukan. Kondisi ini menjadi tidak sehat, jikalau dari video porno tersebut seseorang menjadi mengalami ketagihan atau menjadikan video porno tersebut menjadi acuan.

“Koleksi sih enggak apa apa, tapi kalau ketagihan nonton atau membuat acuan berhubungan seks lewat video porno ya jadi enggak sehat. Normal enggak normal kalau secara kesehatan mental kita musti mengacu ke DSM kan, koleksi doang kalau enggak nonton kalau enggak bikin adiksi kalau enggak mengacaukan hubungan ya enggak apa-apa,” imbuhnya.

Selama ini sebagian dari kita masih suka salah persepsi, di mana mengganggap orang yang mengoleksi video porno pasti otomatis suka menyaksikannya juga. Padahal suka mengoleksi belum tentu juga suka menonton video porno tersebut.

BACA JUGA:

 Viral Jawaban Bocah Mengenai Hari Kiamat, Netizen: "Ini yang Jawab Masuk Neraka lewat Jalur Prestasi"

“Koleksi doang asal enggak nonton enggak apa apa kan? Banyak orang koleksi buat pencitraan biar dianggap gaul belum tentu nonton kan. Kalau ketagihan nonton namanya jadi gangguan,” pungkas Zoya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini