nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keinginan Rifdatul Khoiro Mengangkat Kain Tradisional Jambi yang Berbuah Manis

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 16:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 21 194 1994430 keinginan-rifdatul-khoiro-mengangkat-kain-tradisional-jambi-yang-berbuah-manis-jnxpwzjWZi.JPG Koleksi busana karya Rifdatul Khoiro di IFI (Foto: Tiara Putri/Okezone)

BERASAL dari keluarga pengrajin batik di Jambi membuat Rifdatul Khoiro ingin meneruskan usaha kedua orangtuanya. Niat itu yang membuatnya selepas lulus SMK memutuskan belajar di sekolah fashion Islamic Fashion Institute (IFI). Dia ingin membuat busana Muslim yang mengangkat kain tradisional.

"Sebelum masuk IFI saya sudah ada gambaran, sudah optimis ke dunia fashion yang mengangkat tradisional Jambi tapi tetap di-modern-kan. Selain itu, saya dari TK sering jadi model cilik yang mengenakan baju batik. Kemudian pas SMP berpikir ah pengin yang bikin bajunya aja, akhirnya cita-citanya jadi desainer," ungkap Rifdatul kepada Okezone saat ditemui dalam Graduation Show Batch 4 di Bandung, baru-baru ini.

 

Keinginannya itu membuat Rifdatul harus tinggal jauh dari orangtua yang menetap di Jambi. Selama bersekolah di Bandung, dia dituntut untuk lebih mandiri. Bahkan dia harus mencari bahan sendiri kalau ada tugas. Perjuangannya itu pun berbuah manis.

 (Baca Juga:Antimony hingga Hidrokinon, 7 Kandungan "Haram" di Kosmetik)

Rifdatul berhasil lulus dengan menghasilkan koleksi bernama Elok. Nama itu dia ambil dari bahasa Jambi yang artinya cantik dan bagus. Melalui busana yang dirancang, ia berusaha menggambarkan wanita Melayu Jambi yang elok parasnya dan elok pula budi pekertinya. Selain itu, dia ingin menunjukkan daerah asalnya yang kaya akan adat dan budaya.

 

Rifdatul menghadirkan delapan busana yang menggunakan kain batik Jambi dengan 13 motif ciri khas yang di antaranya Angsa Dua, Durian Pecah, dan Kapal Sanggat. Pemilihan warnanya juga meliputi maroon, biru, mustard, coklat, dan hitam yang merupakan warna identitas Jambi. Ada pula inspirasi dari Candi Jambi yang diakui sebagai yang terluas di Asia Tenggara. Busana dengan budaya yang khas itu disajikan dengan look modest wear berkarakter klasik dan elegan.

 

"Motif yang saya pilih itu semuanya mengandung filosofi, salah satunya Duren Pecah. Motif itu memiliki dua sisi yaitu kanan dan kiri, kiri melambangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sedangkan sebelah kanan itu melambangkan iman dan ketaqwaan. Jadi sebagai manusia itu ilmu yang kita punya harus sesuai dengan keimanan," ujar Rifdatul.

 (Baca Juga:Masuk Daftar 10 Wanita Berbusana Terbaik, Meghan Markle Sejajar dengan Lady Gaga)

Sementara itu, untuk detail busana perempuan berusia 19 tahun tersebut menggunakan manipulating fabric smock, quilting, obnaisel, dan teknik aplikasi sama seperti detail yang ada pada candi. Sedangkan untuk material ada kain katun stripes serta kain doby dengan teknik batik dan tie dye. Rifdatul mengambil trend forecasting 2019-2020 singularity dengan subtema Swarga- Upskill Craft serta perpaduan siluet I, H dan A line.

 

Busananya terdiri dari beberapa item yaitu outer, inner, blouse, dan kulot yang di-mix and match dengan style urban. Ada pula Tengkuluk yang merupakan tradisi wanita Melayu untuk menggunakan tutup kepala Melayu di setiap aktivitasnya. Untuk menghasilkan busana tersebut, perjuangan Rifdatul tentulah tidak mudah.

"Sulitnya sih menggabungkan motif-motif, ada yang bilang norak, ada yang bilang apalah. Jadi komposisi warna motif harus berkali-kali dicoba untuk mengaturnya. Ada juga perasaan takut untuk mengangkat budaya Jambi, tapi dibimbing sama-sama dosen jadinya yakin," tuturnya.

 

Usaha Rifdatul pun berbuah manis. Selain berhasil mengeluarkan busana yang mengangkat kain tradisional Jambi, dia juga meraih predikat Best Perfomance. Tentu itu merupakan pencapaian yang luar biasa. Dirinya juga memiliki harapan khusus.

"Ke depannya saya ingin lebih mempromosikan lagi busana khas Jambi dan membuat busana yang lebih modern sehingga bisa digunakan oleh anak muda juga. Saya ingin belajar sambil usaha, jadi mungkin menekuni lagi, sekolah sebentar lagi sambil memperdalam dan jualan sehingga saling seimbang," pungkas Rifdatul.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini