nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah-Kisah Nyata Perjuangan Ibu yang Bikin Merinding

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 23 Desember 2018 08:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 23 196 1994976 kisah-kisah-nyata-perjuangan-ibu-yang-bikin-merinding-UmR7387Gbf.jpg Ilustrasi Perjuangan Ibu dan Anak (Foto: Pixabay)

MELAHIRKAN seorang anak bukanlah sebuah perkara yang mudah. Seorang ibu bahkan bisa kehilangan nyawanya saat melahirkan anaknya. Tentu saja proses melahirkan kerap menjadi ajang pertaruhan nyawa bagi seorang wanita.

Tak sedikit dari para ibu yang mengalami kematian karena berjuang melahirkan anaknya. Tentunya sebagai seorang anak, Anda wajib menyayangi ibu kalian sepenuh hati karena mereka tanpa pamrih melahirkan, merawat dan membesarkan kita.

Oleh karena itu tepat pada tanggal 22 Desember dijadikan tanggal spesial bagi para kaum ibu. Salah satunya memberikan award kepada ibu-ibu di Jakarta Selatan yang tergabung dalam organisasi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Lucy Chrysantina, ketua panitia mengatakan pemberian award kepada anggota PKK di Jaksel merupakan sebagai bentuk apresiasi. "Ibu-ibu PKK bekerja dan mengabdikan diri ke masyarakat tanpa pamrih. Sudah seharusnya kita memberi apresiasi kepada mereka," kata Lucy di acara pemberian award di Jalan Taman Wijaya I, Fatmawati, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Di tempat yang sama, Teddy Yulianto, Ketua Yayasan Teddy Yulianto mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada anggota PKK di Jaksel agar dapat memaksimalkan potensi ekonomi yang ada. Dia mengibaratkan PKK adalah sebuah perusahaan yang memiliki jaringan di seluruh pelosok negeri sehingga perlu dikelola dengan baik.

"Bisa kita bayangkan, seberapa besar potensi ekonomi yang bisa digerakkan di PKK, yang pada akhirnya memberikan kesejahteraan pada rakyat," jelas Teddy.

Demikian dengan artis senior dan anggota Komunitas Pertiwi, Marini Sardi mengatakan peringatan Hari Ibu 2018 menjadi momentum kebangkitan perempuan Indonesia. Wanita cantik ini menyarankan agar perempuan, khususnya para ibu harus mengikuti perkembangan informasi dan trend di masyarakat. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar tidak terombang-ambing dalam menyikapi berbagai hal yang terjadi di masyarakat.

"Sekarang ini berbagai informasi begitu cepat sampai ke telinga masyarakat. Ibu-ibu harus dapat menyaring, apakah informasi tersebut hoax atau tidak," tuturnya.

Nah, bagi kamu yang penasaran mau tahu kisah-kisah dibalik perjuangan hebat seorang ibu, intip kisah-kisah ibu yang kehilangan nyawanya saat melahirkan, seperti yang dirangkum oleh Okezone.

Dokter menangis melihat seorang ibu yang gugur setelah 14 tahun belum hamil

Seorang pria asal Pakistan yang bekerja sebagai dokter dan menangani banyak wanita hamil mengaku selalu berdoa kepada tuhan untuk selalu memberkati semua ibu. Ia mengaku perjuangan seorang ibu tidak dapat dilukiskan. Mereka menahan rasa sakit dan menghabiskan sembilan bulan menggendong bayi di dalam perut mereka.

Pada suatu hari ia pun tak kuasa menahan tangisnya ketika seorang wanita kehilangan nyawannya di meja operasi. Wanita tersebut telah mengalami kemandulan selama 14 tahun dan dokter telah melakukan IVF dengan berbagai metode.

Akhirnya wanita itu pun hamil meski pada kenyataanya ia memiliki kista di indung telur dan banyak sekali fibroid. Fibroidnya mulai meleleh namun semuanya tampak baik-baik saja. Setelah sembilan bulan mengandung suaminya bergegas membawanya ke rumah sakit untuk melahirkan.

Para dokter bekerja keras membantu kehamilan hingga tujuh jam lamanya. Akhirnya tim medis memutuskan untuk membedah perutnya dan mengeluarkan bayi tersebut. Wanita tersebut benar-benar merasakan sakit yang tak terbendung. Sesaat sebelum kematiannya, wanita itu menggendong sang bayi dan tersenyum seraya berkata “Tuhan itu hebat”.

Tentunya momen mengharukan ini pun menusuk hingga ke hati para dokter. Banyak dokter yang menangis dan salah satu dokter harus memberikan kabar duka ini secara langsung kepada sang suami yang telah menunggunya di luar.

Sang suami langsung pingsan mendengar kabar tersebut, pasalnya hari-hari bahagia mereka justru berubah menjadi haru. Cerita ini merupakan sebuah kisah nyata yang diceritakan pada 6 September 2017.

Today is the saddest day of my life. As a Doctor, I have handled so many pregnant women in Labour and every time am in the delivery room I always pray to God to bless all mothers. The pain women go through in the delivery room is undescribable and this does not include the 9 months they spent carrying the baby. They go through a lot just to bring forth new life. Today I cried bitterly because I lost a woman, we don't pray for things like this to happen but sometimes God may have other plans. Why is this woman's case so painful? She has been barren for 14 years! We have tried IVF & so many method known to man, the woman went through a lot. Finally God blessed her, it was way beyond science and human knowledge. She just got pregnant despite the fact she has ovarian cyst and huge load of fibroids, brethren she got pregnant. Her fibroid started melting and everything was OK, I know that's God, he will do things just to show off his glory and awesomeness. After 9 months, it was time, her husband rushed her to the hospital and quickly I left everything that I was doing and attended to her. She laboured for hours, after 7 hours, it was so painful so we decided to open her up. We lost her but the baby was alive,. Before her death, she held the baby in her arms and smiled "God is great" and then she gave up the ghost. I was devastated and sad, I went to broke the news to her husband myself, upon hearing the news, her husband fainted, their happy day just turned sour. We lost a live just to deliver a new life today. Please respect women because they pass through the valley of death to bring life. Respect your wife! Carrying your baby for 9 months is no jokes and labouring for hours to give birth to your children is a huge sacrifice. I pray to God to please protect everyone reading this, especially pregnant women, please put them in your prayers. Dear husband, I repeat respect your wife because she is truly the giver of life. May God strengthen all pregnant women, you will all deliver your babies like the women of Hebrew. Don't ignore this post, share to others it is very important because the women in our lives should be worshipped....

A post shared by Humans of Pakistan (@humansofpakistan) on Sep 6, 2017 at 5:40am PDT

Kisah ibu yang meninggal saat melahirkan akibat macet ibu kota

 Jika kisah kematian ibu melahirkan sebelumnya terjadi di Pakistan, maka cerita yang satu ini berasal dari Indonesia. Adalah Aminah, seorang wanita muda berusia 28 tahun mengembuskan nafas terakhir usai melahirkan anaknya di RSUD Pasar Rebo.

Aminah meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya karena tekanan darah tinggi hingga membuat pembuluh darahnya pecah. Kejadian bermula ketika pukul 08.00 WIB Aminah mengalami kontraksi dan segera dilarikan ke rumah sakit menggunakan angkutan kota (angkot) KWK 03 oleh tetangganya.

Karena kondisinya sudah kritis, ia akhirnya dipindahkan menuju ambulans yang segera merujuknya ke RSUD Pasar Rebo. Nahas, jalan menuju rumah sakit macet parah sehingga membuatnya sangat lemas. Setibanya di RSUD Pasar Rebo, kondisi Aminah kian memburuk. Dokter saat itu memberitahu bila tekanan darah Aminah cukup tinggi.

Namun, akhirnya dokter tidak bisa berbuat banyak, Aminah meninggal dunia pukul 10.15 WIB bersama anak dalam kandungannya. Dokter jaga IGD RSUD Pasar Rebo menyebutkan, pasien saat tiba sudah dalam kondisi kritis.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini