nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sex Toy Ini Didesain untuk Bantu Survivor Pelecehan Seksual

Blenda Azaria, Jurnalis · Minggu 23 Desember 2018 23:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 23 485 1995232 sex-toy-ini-didesain-untuk-bantu-survivor-pelecehan-seksual-vZ2ntFsGFx.jpg Sex toys untuk survivor pelecahan seksual (Foto:Theguardian)

 BAGI kebanyakan survivor pelecehan seksual, sebuah kehidupan seks yang sehat mungkin agak sulit dicapai. Kebanyakan metode pemulihan yang tersedia di luar sana hanya difokuskan pada penyembuhan emosional dan psikologis. Lalu setelahnya, para survivor sering tidak tahu bagaimana melakukan seks setelah trauma yang dialaminya.

Dilansir dari Theguardian, ada segelintir orang yang mengubah hal itu dan mendesain ulang sex toy sebagai alat bantu dalam proses penyembuhan. Tahun lalu, desainer asal Belanda Nienke Helder membuat beberapa barang untuk membantu para survivor dalam ‘memprogram ulang’ cara mereka bereaksi terhadap sensasi fisik.

 Ini Daftar Pantai dan Hotel yang Terdampak Tsunami di Lampung

Berdasarakan pengalamannya sendiri, Helder ingin memperbaiki apa yang dia lihat sebagai pendekatan ‘klinis’ untuk metode pemulihan yang saat ini digunakan. "Alat-alat ini adalah kesempatan untuk mengeksplorasi pemulihan seksual pribadi Anda," katanya.

Koleksi keluarannya yang dinamakan ‘Sexual Healing’, terdiri dari sisir rambut kuda untuk mengeksplor sentuhan dan rasa geli, cermin untuk membantu melihat vulva Anda dengan lebih baik, alat untuk panggul yang akan bergetar ketika ototmu tegang, dan sensor berbentuk kacang yang akan menyala jika Anda bernapas terlalu cepat, untuk memperingati Anda agar memperlambat dan relax.

“Sambil mendapatkan biofeedback melalui sebuah alat, Anda dapat memvisualisasikan proses seperti apa yang terjadi di dalam tubuh Anda, yang dapat membantu Anda mengetahui dalam situasi apa tubuh Anda bereaksi dengan refleks," ujarnya.

Meskipun desainnya masih berupa percobaan, Helder berharap dapat membuat dan menjualnya segera.

"Sayangnya, banyak profesional kesehatan masih tidak nyaman berbicara tentang seks," kata Renée Denyer, manajer sebuah toko sex toy di London yang sekaligus seorang sex educator. Dia juga seorang fasilitator untuk sebuah kelompok pendukung para wanita yang pernah mengalami kekerasan seksual.

“Untuk para survivor kekerasan seksual dan pemerkosaan, tubuh mereka seakan-akan diambil dari mereka. Setelah mereka menjalani terapi dan konseling, tidak ada tempat lagi bagi mereka untuk memikirkan seks. Jadi kami membuat ruang itu,” ujar Denyer.

 

Menurut Denyer, menggunakan sex toy adalah cara ampuh bagi para survivor untuk ‘mendapatkan kembali’ tubuh mereka.

"Terutama bagi mereka yang mengalami pelecehan sejak kecil, mereka sejak dini jadi belajar untuk menghindar ketika segala jenis sentuhan seksual terjadi," katanya.

"Bahkan di kemudian hari ketika sudah bersama pasangan mereka, mereka akan menjauhkan diri karena itulah yang telah mereka lakukan. Maka kami berupaya untuk memperbaikinya, ” tambah Denyer lagi.

 Viral Jawaban Bocah Mengenai Hari Kiamat, Netizen: "Ini yang Jawab Masuk Neraka lewat Jalur Prestasi"

Produk yang direkomendasikan kebanyakan berfokus pada alat yang tidak berdaging, non-phallic dan non-penetratif. Lalu, dianjurkan juga menggunakan pelumas yang memiliki wewangian sehingga survivor tidak takut oleh bau genitalia.

Namun tampaknya hal yang paling penting adalah dengan memberikan para survivor kesempatan untuk mengeksplorasi seks lagi dengan cara yang sehat, di lingkungan yang aman, dan tanpa tekanan waktu atau tekanan fisik yang bisa muncul jika berhubungan seks dengan pasangan.

Meskipun masih ada jalan yang panjang untuk memperbaiki proses penyembuhan, tapi dengan menggunakan pendekatan seks yang lebih positif diharap bisa membantu para survivor satu langkah lebih dekat menuju kehidupan seks yang bahagia.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini