nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Mak Santi: Sekali pun Bunga Buta Total, Saya Bahagia dengan Hidup Ini

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 24 Desember 2018 06:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 24 196 1995258 kisah-mak-santi-sekali-pun-bunga-buta-total-saya-bahagia-dengan-hidup-ini-XIpXDxn0HA.jpeg Kisah inspiratif Mak Santi dengan dua anaknya (Foto:Sukardi/Okezone)

SEMUA orangtua pasti menyayangi anak kandungnya. Darah dagingnya itu sudah dianggap sebagai harta terindah setelah mereka dilahirkan.

Dengan sepenuh hati, seorang ibu akan menjaga dan merawat anaknya hingga dia bisa menggapai cita-cita yang diinginkan. Bahkan, segalanya bakal dilakukan hanya untuk membahagiakan anak.

Roza Susanti bisa menjadi contoh ibu yang patut ditiru. Memiliki anak berkebutuhan khusus menjadikan dia kuat sekaligus bahagia.

 Tangguh, Wanita Ini Mampu Melahirkan Anak Puluhan Kali

"Anak adalah titipan Tuhan dan saya menerima jalan hidup saya dengan ikhlas dan tentunya penuh dengan syukur," katanya pada Okezone saat ditemui di acara Peringatan Hari Ibu ke-90 di Lapangan Kantin Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu 22 Desember 2018.

Anak itu bernama Nurhayati Bunga Puteri. Kini gadis yang biasa disapa Bunga itu sudah berusia 8 tahun. Sudah duduk di bangku kelas 2 sekolah luar biasa.

Pada Okezone, Mak Santi, sapaan akrabnya menceritakan bagaimana kondisi Bunga sejak lahir.

"Jadi, Bunga ini punya kembaran, namanya Nurhayati Nilam Puteri. Mereka berdua lahir 1 Januari 2010. Berat badan keduanya saat lahir hanya 1 kg," ungkap ibu berusia 43 tahun itu.

Nah, karena lahir hanya dengan bobot 1 kg, alhasil mereka berdua mesti mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit. 38 hari bayi kembar itu tidur di dalam inkubator. Sampai akhirnya sudah boleh pulang dan pada usia mereka 3 bulan, sambung Mak Santi, mereka baru boleh mandi.

"Sebelumnya hanya diusap-usap, dibersihkan dengan kain lembut saja. Pada usia mereka yang ke 3 bulan, berat Bunga dan Nilam hanya 2,8 kg," sambung Mak Santi.

Nah, terkait dengan kondisi katarak yang dialami Bunga, Mak Santi menjelaskan bahwa dia baru tahu anaknya memiliki kondisi berbeda saat usia Bunga 5 bulan.

 

"Jadi, saya kasih dia mainan, tapi nggak respon. Setelah itu langsung di bawa ke rumah sakit. Dicek dan ternyata mata Bunga menyimpan katarak. Sekarang kataraknya sudah total dan tidak bisa diperbaiki," papar Mak Santi.

 

Mengetahui anaknya berbeda, perasaan sedih itu muncul. Mak Santi mengaku hanya bisa menangis. Tapi, perasaan sedih tak bertahan lama. Dia bangkit.

Sampai akhirnya bisa menjelaskan kepada Okezone bahwa dirinya bahagia dan bersyukur memiliki Bunga dalam hidupnya. "Saya bahagia bisa punya Bunga di hidup ini," ucapnya penuh haru.

Mak Santi pun sempat berucap doa terbaik untuk Bunga.

 Jangan Sepelekan Emak-Emak Berdaster, Kalau Sudah Dandan Kelar Hidup Lo!

"Doanya semoga Bunga menjadi orang yang berguna dan bisa menggapai cita-citanya," ucap Mak Santi lantas mengusap kepala Bunga yang kala itu mengenakan kerudung putih.

Perlu Anda ketahui, Bunga sempat berkata pada Okezone bahwa dirinya ketika sudah besar nanti ingin menjadi guru ngaji. Mulia sekali, bukan?

Semoga Mak Santi, Bunga, dan Nilam bisa menjadi manusia yang berbahagia dan dari kisah mereka, Anda bisa mengambil pelajaran yang sangat berharga. Selamat Hari Ibu, untuk seluruh ibu di dunia.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini