Anjing Terpopuler di China Dikloning, Begini Hasilnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 24 Desember 2018 05:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 24 481 1995317 anjing-terpopuler-di-china-dikloning-begini-hasilnya-Ga0MZmoacK.jpg

ANJING adalah hewan yang sangat bersahabat, selain itu ia bisa menjadi teman yang dapat diandalkan. Tak aneh jika beberapa film kerap menampilkan sosok anjing sebagai karakter utamanya, berkat kecerdasan yang mereka miliki.

Tentunya kecerdasan tersebut tidak diraih secara cuma-cuma. Butuh usaha dan kerja keras dari sang pemilik untuk membuat anjingnya pintar. Jika sudah pandai dan terlatih, maka anjing tersebut bisa terkenal bahkan beradu akting di layar kaca.

Ya, salah satunya adalah Juice atau biasa ditulis Guo Zhi dalam bahasa Mandarin. Ia dianggap sebagai salah satu anjing yang paling terkenal dan industri perfilman. Juicy telah membintangi beberapa film dan produksi televisi.

Saking cintanya sang pemilik kepada Juicy, sang pemilik bahkan mengkloning anjing lucu tersebut belum lama ini. Pelatih hewan yang berbasis di Beijing sekaligus pemilik Juice, He Jun, ingin anjingnya tetap hidup meski usianya bertambah.

Akhirnya Jun menemukan solusi untuk memecahkan masalah ini. Ia memutuskan untuk mengkloning anjing kampung dengan bantuan Sinogene, yang merupakan biotek pertama di China.

“Juice sendiri adalah bagian dari kekayaan intelektual dengan pengaruh sosial,” tutur Jun, sebagaimana dilansir dari Next Shark.

Sebagaimana diketahui, Sinogene sebelumnya sukses dalam mengkloning anjing berjenis beagle pada Mei 2018. Sejak saat itu mereka mulai menawarkan layanan kloning komersial dengan harga sekira 380 ribu yuan.

Perusahaan China itu berhasil mengkloning Juice dengan mengambil sampel kulit dari perut bagian bawah anjing. Beberapa minggu setelah prosedur, Sinogene mampu mengisolasi DNA Juice dan menyuburkan telur yang kemudian disuntikkan ke anjing betina pengganti.

(Baca Juga: Tangguh, Wanita Ini Mampu Melahirkan Anak Puluhan Kali)

Kemudian, pada pertengahan September 2018, "Little Juice" bernama Zhizhi lahir. Anak anjing itu tinggal bersama sang ibu pengganti selama sekitar satu bulan sebelum diberikan kepada Jun dan Juice.

Setelah melihat anak anjing itu, Jun mengatakan ingin melihat potensi besar pada anjing kecil tersebut. Ia optimis kemampuan Zhizhi mungkin lebih baik dari Juice asli, yang ditemukan di jalanan. "Kami percaya dia akan lebih baik daripada Juice yang lebih tua," kata Jun.

CEO Sinogene, Mi Jidong, mengatakan kepada media bahwa perusahaan memiliki rencana untuk memperluas layanannya ke tahap editing gen dan mengakui bahwa bisnis kloning masih dalam tahap awal.

“Kami telah menemukan bahwa semakin banyak pemilik hewan peliharaan ingin hewan peliharaan mereka menemani mereka untuk jangka waktu yang lebih lama," kata Mi.

Memanipulasi kehidupan, khususnya penyuntingan gen, telah menjadi topik hangat di China baru-baru ini. He Jiankui, seorang profesor China dari Southern Universitas Sains dan Teknologi, meminta maaf di depan rekan-rekannya untuk percobaan pengeditan gen bayi yang sangat kontroversial.

Tin-Lap Lee, Associate Professor of Biomedical Sciences di Chinese University of Hong Kong, mengatakan kepada media bahwa pemerintah Tiongkok masih belum memiliki undang-undang yang secara eksplisit mencakup kloning hewan.

"Di sisi pemerintah, citra industri kloning ini sangat berteknologi tinggi, dan pasti sangat mendukung industri-industri berteknologi tinggi karena margin keuntungan mereka yang tinggi," tutup Lee.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini