nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Dampak Buruk Jarang Berhubungan Seks

Noor Chotijah , Jurnalis · Selasa 25 Desember 2018 01:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 24 485 1995571 4-dampak-buruk-jarang-berhubungan-seks-OUBTui7UHn.jpg Ilustrasi (Foto: Bestlife)

Bercinta atau berhubungan seks itu memang bagus untuk kesehatan, selama dilakukan dengan cara yang baik dan benar dengan pasangan yang sah. Banyak alasan mengapa seseorang atau pasangan berhenti untuk berhubungan seks, mungkin ada kesalahan dalam hubungan, atau gaya hidup.

Tentunya kita tahu apa yang terjadi pada tubuh saat sedang melakukan seks, karena hal itu sangat cepat dirasakan. Tetapi saat hubungan seks sudah lama berhenti, dan pasangan tidak lagi nyaman atau belum bisa memberikannya, ada hal yang tidak Anda sadari ketika masalah itu terhenti.

Namun, hubungan seks memiliki dampak pada tubuh, sehingga orang yang tidak pernah berhubungan seks mungkin akan mengalami beberapa hal berikut, dilansir dari Prevention, Selasa (25/12/2018):

 (Baca Juga:Kata-Kata Kotor di Ranjang Bikin Gairah Memanas)

Mudah merasakan cemas atau stres

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Biological Psychology, peneliti Skotlandia menemukan bahwa orang yang tidak melakukan hubungan seks lebih sulit untuk menghadapi situasi stres, seperti berat berbicara di depan publik.

Dibandingkan dengan mereka yang pernah melakukan seks setidaknya sekali dalam dua minggu. Saat berhubungan seks, otak akan mengeluarkan hormon kenikmatan, seperti endorfin dan oksitosin, yang dapat membantu Anda merasa lebih nyaman. Karena seks sangat membantu seseorang untuk mengeluarkan isi hati dengan lebih mudah.

 

Lebih rentan terkena pilek

Dalam satu studi tahun 2004, para peneliti di Wilkes-Barre University di Pennsylvania menemukan bahwa orang yang pernah berhubungan seks sekali atau dua kali dalam seminggu, bisa meningkatkan immunoglobulin A (IgA), dibanding dengan orang yang jarang berhubungan seks.

IgA adalah protein melawan infeksi dan salah satu garis pertahanan tubuh pertama terhadap virus, seperti yang terkait dengan flu.

 (Baca Juga:Bentuk Miss V Bisa Dilihat dari Wajah?)

Dinding vagina Anda bisa menipis

Begitu Anda memasuki masa menopause, tubuh Anda tidak akan memompa banyak estrogen. Hal ini dapat menyebabkan atrofi vagina, di mana dinding vagina Anda menjadi tipis, kering, dan lebih rentan terhadap robek, menurut Mayo Clinic. Karena saat berhubungan seks aliran darah dapat membantu menjaga jaringan di area vagina tetap sehat.

Kurangnya keharmonisan

Tidak melakukan hubungan seks bisa memengaruhi kebahagiaan, kedekatan, dan keamanan hubungan Anda. Mencium, memegang, dan memberikan pujian atau hadiah tak terduga dapat membantu Anda merasa terhubung dengan pasangan Anda secara emosional.

"Hal ini juga dapat meningkatkan ketakutan bahwa salah satu dari Anda akan mencari orang lain untuk kebutuhan seksual, yang dapat membiakkan sedikit paranoia," kata Les Parrott, PhD, seorang psikolog.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini