nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Kehidupan Seks Anda di Atas Usia 50 Tahun? Cek Faktanya

Abdul Razak, Jurnalis · Rabu 26 Desember 2018 01:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 25 485 1995820 bagaimana-kehidupan-seks-anda-di-atas-usia-50-tahun-cek-faktanya-5RiFt93NEj.jpg Seperti Apa kehidupan seks seseorang di Usia 50 tahun? (Foto:

SEKS merupakan sebuah kebutuhan yang wajib bagi hubungan suami istri. Tidak hanya sebagai pelepas nafsu, ternyata seks sangat bermanfaat untuk tubuh. Salah satu manfaat seks dalam kesehatan adalah, mencegah penuaan, mengurangi stres, dan sebagainya.

Selain itu, berhubungan seks juga membuat pasangan suami isteri semakin harmonis, dan seks juga mempererat ikatana antar-keduanya. Berhubungan intim juga tidak mengenal usia, karena yang usia lanjut juga bisa melakukan hubungan intim, seperti berhubungan seks di atas umur 50 tahun.

Berhubungan seks saat umur 50 tahun merupakan hal wajar. Tetapi, banyak mitos dan kesalahpahaman yang terjadi ketika berhubungan intim di usia lanjut. Dilansir dari Reader Digest, berikut adalah beberapa mitos umum tentang seks di usia 50 tahun.

BACA JUGA:

Seberapa Sering Frekuensi Bercinta yang Normal?

Semakin bertambah umur semakin rendah untuk berhubungan seks

Fakta sesungguhnya adalah, tidak ada batasan usia untuk berhubungan intim dalam sebuah pasangan.Sebuah survei National Council On Aging melaporkan, di antara orang-orang berusia 50 tahun ke atas, 74 persen pria dan 70 persen wanita merasa kehidupan seks mereka lebih memuaskan daripada saat berusia empat puluhan. Studi terbaru juga menunjukkan, berhubungan seks setidaknya sekali seminggu dapat membantu Anda hidup lebih lama.

Kehilangan kemampuan untuk mendapatkan ereksi

Penuaan itu sendiri bukanlah penyabab disfungsi ereksi. Namun, kadar hormon yang berkurang memang memicu beberapa perubahan. Biasanya seorang pria yang sudah lanjut lebih banyak membutuhkan rangsangan fisik untuk ereksi, dan ereksinya mungkin tidak sekuat ketika masih muda. Seorang pria berusia 25 tahun mungkin bisa mendapatkan ereksi secepat mungkin, tetapi seorang pria berusia 50 tahun mungkin perlu beberapa jam, bukan berarti dirinya tidak bisa ereksi di usia lanjut ya.

Kurangnya minat wanita pada seks di usia paruh baya

Biasanya perubahan hormon saat menopause dapat memengaruhi respon seksual wanita. Sebenarnya sebagian besar wanita sangat bergairah setelah menopause. Itu disebabkan oleh perubahan rasio testosteron terhadap estrogen dan prosgesteron.

Susah untuk orgasme seiring bertambahnya usia

Sesungguhnya wanita menemukan peningkatan kenikmatan seksual setelah menopause, termasuk orgasme yang mudah atau semakin intens. Maka dari itu susah orgasme hanyalah mitos semata.

Masturbasi mengurangi kenikmatan seks dengan pasangan

Nyatanya, mastrubasi dapat meningkatkan kenikmataan seksual, baik sendiri maupun dengan pasangan. Bagi wanita, ini membantu menjaga vagina tetap lembab dan elastis. Sedangkan untuk pria, ini membantu menjaga respon ereksi.

 BACA JUGA:

Keseruan Liburan Natal dan Tahun Baru Darius Sinathrya Sekeluarga di Inggris

Pria sulit ereksi karena masalah emosional

Bukan masalah emosional yang membuat pria sulit ereksi. Namun, penyebab fisik yang membuat masalah-masalah itu timbul, seperti gangguan prostat, masalah sirkulasi, dan sebagainya. Sekitar 85% pria sulit ereksi karena masalah-masalah tersebut.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini