nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluarga Besar Seventeen Termasuk Mati Syahid, Ini Penjelasan Ahli Agama

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 26 Desember 2018 15:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 26 196 1996149 keluarga-besar-seventeen-termasuk-mati-syahid-ini-penjelasan-ahli-agama-sxUD9MCCKn.jpg Seventeen (Foto: Okezone)

KORBAN tsunami Banten dan Lampung dinyatakan mati syahid. Termasuk para keluarga besar Seventeen, yang ditemukan tidak bernyawa pasca-bencana.

Disebutkan dalam penjelasan HR An-Nasa'i, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memberikan pahala kepadanya sesuai niatnya, apa yang kalian ketahui tentang mati syahid?' Mereka berkata, 'Berperang di jalan Allah Azza wa Jalla.'

 

(Pemakaman Andi Seventeen)

Rasulullah SAW besabda, 'Mati syahid ada tujuh macam selain berperang di jalan Allah Azza wa Jalla. Antara lain orang yang meninggal karena penyakit tha’un (wabah pes) adalah syahid. Orang yang meninggal karena sakit perut adalah syahid.

 (Baca Juga:Pulang Kampung ke Inggris, Polly Alexandria Tulis Ini untuk Suami)

Lalu, orang yang meninggal tenggelam adalah syahid. Orang yang meninggal tertimpa benda keras adalah syahid. Orang yang meninggal karena penyakit pleuritis adalah syahid. Orang yang mati terbakar adalah syahid dan seorang wanita yang mati karena hamil adalah syahid'.

Ahli Hukum Islam Unusia Jakarta, Khoirul Anam menjelaskan, korban tsunami masuk dalam kategori meninggal dunia dalam kondisi tenggelam. Mereka semua mati syahid, termasuk para personel Seventeen seperti Bani (Bassist), Herman (Gitaris) dan Andi (Drummer), serta istri Ifan Seventeen, Dylan Sahara, Oki Wijaya sang road manager, dan Ujang salah satu kru band asal Yogyakarta itu.

"Semuanya masuk kategori mati syahid. Hanya saja, mereka ini disebut syahid akhirat saja," ujar Anam saat dihubungi Okezone, Rabu (26/12/2018).

 (Baca Juga:Santa Claus Ini Solat di Pinggir Jalan, Fotonya Bikin Netizen Auto Respect!)

Perkara lainnya, banyak warganet menyebut bahwa personel Seventeen yang meninggal dunia dalam keadaan syahid karena mereka menjemput rezeki. Itu memang benar, tapi lebih dikuatkan lagi karena semuanya meninggal dunia karena bencana alam.

Sementara itu, sebut Anam, perlakuan jenazahnya harus tetap dimandikan dan dikafani. Kemudian, mereka dikubur seperti jasad yang meninggal dunia pada umumnya.

Kalau ada orang-orang yang mati syahid dunia-akhirat, seperti tentara perang tidak usah dimandikan. Mereka langsung dikubur dengan pakaian perangnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini