nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di India, Daging Tikus Kalahkan Popularitas Daging Ayam dan Babi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 27 Desember 2018 04:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 26 298 1996332 di-india-daging-tikus-kalahkan-popularitas-daging-ayam-dan-babi-CFLlLpgi5Z.jpg Tikus bakar di Kumarikata India (Foto: AFP)

KALAU Indonesia punya Manado, India punya Kumarikata yakni, sebuah desa yang menyajikan beragam kuliner ekstrem, salah satunya adalah tikus bakar. Bagi para pencinta kuliner ekstrem silakan merapat, pasalnya, tikus bakar ala India ini ternyata menjadi salah satu hidangan favorit di momen liburan akhir tahun.

Dilansir Okezone dari StraitsTimes, Kamis (27/12/2018), daging tikus rupanya lebih populer dibandingkan daging ayam atau babi. Penduduk Kumarikata biasanya mengolah daging tikus dengan cara merebusnya untuk memudahkan proses pengulitan, lalu daging akan diolah atau dibakar dengan campuran bumbu rempah-rempah.

Setiap hari Minggu, warga lokal biasanya akan memadati pasar kaget yang menjajakan ratusan tikus hasil tangkapan para pemburu di perbatasan India dan Bhutan. Kabarnya, tikus-tikus tersebut ditangkap untuk mengamankan perkebunan mereka yang sering diserang hama tikus.

 (Baca Juga:Pulang Kampung ke Inggris, Polly Alexandria Tulis Ini untuk Suami)

Jangan anggap remeh. Menurut laporan pemerintah setempat, penjualan tikus ini ternyata berkontribusi besar dalam mendongkrak perekonomian warga lokal. Seperti diketahui, pendapatan warga Kumarikata sebetulnya berasal dari komoditi utama mereka yakni, teh dan padi.

Namun di saat musim dingin tiba, tikus menjadi salah satu alternatif mereka untuk menambah pundi-pundi uang. Harganya pun tidak main-main. Satu kilogram daging tikus dijual seharga Rp41 ribu, sama dengan harga daging ayam dan babi.

 

Para petani mengatakan, populasi tikus di walah mereka terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tak ayal jika banyak yang beralih profesi sembari menunggu musim bercocok tanam kembali digelar.

"Kami menaruh jebakan di ladang saat tikus memakan padi," tutur Samba Soren, salah seorang penjual tikus di Kumarikata.

 (Baca Juga:5 Tampilan Ovi Eks Duo Serigala yang Baru Pindah Keyakinan, Cantik Berfoto di Pohon Natal)

Hewan pengerat itu diburu pada malam hari selama musim panen dengan perangkap yang terbuat dari bambu. Perangkap ditempatkan di pintu masuk lubang tikus di malam hari, sehingga mereka akan terjerat ketika hendak mencari makan.

Beberapa tikus diklaim memiliki berat lebih dari satu kilogram. Para pedagang pasar juga mengatakan bahwa mereka bisa mendapatkan antara 10 kg - 20 kg daging tikus dalam waktu semalam.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini