nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ganja Ampuh Hilangkan Rasa Sakit dan Mual karena Kemoterapi, Apakah Benar?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 27 Desember 2018 10:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 27 481 1996459 ganja-ampuh-hilangkan-rasa-sakit-dan-mual-karena-kemoterapi-apakah-benar-KffG6J6xGA.jpg Manfaat Ganja untuk kemoterapi (Foto: Boldsky)

KEMOTERAPI memang menjadi salah satu cara untuk mengatasi kanker. Tata laksana ini tapi menimbulkan efek samping yang tidak nyaman. Sebut saja kondisi pusing kepala dan mual-mual yang dirasa pasien kemoterapi. Hal ini yang kemudian membuat banyak pasien kanker ogah melakukan kemoterapi.

Tapi, bagi yang menjalankan, tentunya efek samping tersebut sudah menjadi sahabat mereka. Ya, tentunya dengan pemikiran bahwa kemoterapi bisa menekan terus sel kanker di tubuh.

Di sisi lain, sudah banyak orang yang percaya bahwa ganja bisa meminimalisir bahkan menghilangkan efek samping tersebut. Hal ini bukan bualan semata.

Baca juga: Di India, Daging Tikus Kalahkan Popularitas Daging Ayam dan Babi

Di Florida, ada seorang dokter yang kemudian membuat es krim yang mengandung ganja dan diberikan kepada pasien kanker. Tujuannya, ya, untuk meminimalisir dampak buruk kemoterapi yang harus dijalani.

Para dokter mengatakan bahwa sejak pasien mereka mulai mengonsumsi es krim ini, mereka telah melihat bahwa ada efek berkurangnya efek ketergantungan resep obat untuk mengelola efek samping dari kondisi kronis dari kemoterapi yang mereka jalani.

Terkait dengan penggunaan ganja untuk para pasien dengan kemoterapi, dilansir Okezone dari Cancer.org, ganja diketahui sudah dipakai sebagai obat herbal berabad-abad yang lalu.

Para ilmuwan juga sudah mengidentifikasi banyak komponen aktif biologis dalam daun ini. Mereka menyebutnya 'cannabinoids'. Dua komponen terbaik yang ada di dalam ganja adalah bahan kimia delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidiol (CBC).

Pada saat ini, US Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat mendaftarkan ganja dan cannabinoid sebagai zat yang dikendalikan oleh Jadwal I. Ini berarti bahwa mereka tidak dapat secara hukum ditentukan, dimiliki, atau dijual di bawah hukum federal.

Baca juga: Pohon Natal Durian Hebohkan Malaysia, Tingginya Sampai 2 Meter

Ganja utuh atau mentah (termasuk minyak ganja atau minyak rami) tidak disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk penggunaan medis apa pun. Tetapi penggunaan ganja untuk mengobati beberapa kondisi medis legal menurut hukum negara di banyak negara.

Salah satu yang terbaru adalah Thailand. Negara ini akhirnya melegalkan ganja untuk alasan medis. Keputusan ini bahkan dianggap sebagai hadiah tahun baru untuk masyarakat Thailand.

Sementara itu, bagaimana funsgi ganja ini untuk penderita kanker? Benarkah bisa meminimalisir efek samping obat kemoterapi?

Sejumlah penelitian kecil tentang ganja menemukan bahwa bahan ini dapat menghilangkan pusing dan mual-mual akibat menjalani kemoterapi.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa ganja yang dihisap (dihisap atau diuapkan) dapat membantu pengobatan nyeri neuropatik (nyeri yang disebabkan oleh saraf yang rusak).

Dalam penelitian lain, ganja yang dihisap juga diketahui dapat membantu meningkatkan asupan makanan pada pasien HIV.

Lebih lanjut, penelitian terkait ini telah lama menunjukkan bahwa orang yang mengambil ekstrak ganja dalam uji klinis cenderung bisa mengurangi asupan obat penghilang rasa nyeri.

Baru-baru ini, para ilmuwan melaporkan bahwa THC dan kanabinoid lain seperti CBD memperlambat pertumbuhan dan/atau menyebabkan kematian pada beberapa jenis sel kanker yang tumbuh di piring laboratorium.

Beberapa penelitian pada hewan juga menunjukkan kanabinoid tertentu dapat memperlambat pertumbuhan dan mengurangi penyebaran beberapa bentuk kanker.

Ada beberapa uji klinis awal cannabinoid dalam mengobati kanker pada manusia dan penelitian lebih lanjut direncanakan. Sementara penelitian sejauh ini telah menunjukkan bahwa cannabinoid dapat aman dalam mengobati kanker, mereka tidak menunjukkan bahwa mereka membantu mengendalikan atau menyembuhkan penyakit.

Mengandalkan ganja sebagai pengobatan satu-satunya sambil menghindari atau menunda perawatan medis konvensional untuk kanker mungkin memiliki konsekuensi kesehatan yang serius. Maka dari itu, tentunya perlu pendampingan ahli medis terkait sebelum memutuskan untuk menambahkan ganja di salah satu treatment pengobatan kanker Anda.

Memang kemudian banyak pihak yang percaya bahwa ganja memang bermanfaat untuk mengatasi efek samping kemoterapi.

Tapi, Anda juga mesti sadar bahwa ganja memiliki efek samping yang mungkin juga tidak baik untuk tubuh Anda. Hal ini juga bisa menjadi acuan Anda untuk setuju atau tidak terkait pengonsumsian ganja untuk alasan medis.

Dijelaskan bahwa beberapa dari orang yang mengonsumsi ganja memiliki masalah dengan peningkatan denyut jantung, penurunan tekanan darah (terutama ketika berdiri), pusing atau sakit kepala ringan, dan pingsan.

Obat-obatan yang berbahan dasar ganja dapat menyebabkan kantuk serta perubahan suasana hati atau perasaan "tinggi" yang bagi beberapa orang itu perasaan tidak nyaman. Obat-obatan ini juga dapat memperburuk depresi, mania, atau penyakit mental lainnya.

Beberapa pasien yang menggunakan nabilone dalam penelitian melaporkan halusinasi. Ganja juga dapat meningkatkan beberapa efek pada obat penenang, obat tidur, atau alkohol, seperti kantuk dan koordinasi yang buruk. Pasien juga melaporkan masalah dengan mulut kering dan masalah dengan memori baru-baru ini.

Pasien yang lebih tua mungkin memiliki lebih banyak masalah dengan efek samping dan biasanya dimulai dengan dosis yang lebih rendah.

Orang yang memiliki penyakit emosional, paranoia, atau halusinasi mungkin mendapati gejala mereka lebih buruk ketika menggunakan obat kanabinoid.

Bicaralah dengan dokter Anda tentang apa yang harus Anda harapkan ketika mengambil salah satu obat ini. Adalah ide yang baik untuk mengajak seseorang ketika Anda pertama kali mulai menggunakan salah satu obat ini dan setelah perubahan dosis apa pun.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini