Selfie di Lokasi Musibah Tsunami, Demi Likes di Media Sosial?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 28 Desember 2018 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 28 196 1997065 selfie-di-lokasi-musibah-tsunami-demi-likes-di-media-sosial-bJpm7y292X.jpg Selfie di lokasi musibah tsunami (Foto:Theguardian)

SABTU, 22 Desember 2018 malam kemarin seperti yang telah kita ketahui, peristiwa kelam kembali terjadi di Indonesia dengan terjadinya musibah tsunami Selat Sunda yang meluluhlantakan kawasan Anyer dan sekitarnya.

Di tengah haru dan kesedihan atas musibah tsunami yang terjadi, nyatanya banyak orang yang tidak segan untuk datang langsung ke lokasi kejadian dan melakukan swafoto atau biasa disebut selfie.

BACA JUGA: Netizen Semprot Maudy Koesnaedi Makan Daging Babi, Begini Klarifikasi Faktanya!

Setelah menjadi salah satu lokasi yang terkena dampak tsunami, lokasi ini disebutkan telah dikunjungi oleh berbagai penggiat swafoto. Para penggiat swafoto yang rela harus menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk selfie, kemudian mengunggah swafoto berlatar belakang lokasi bekas tsunami tersebut ke linimasa media sosial.

Ya, Anda tak salah membaca kok! Tengok saja salah satunya Solihat dan ketiga orang temannya. Ramai-ramai berswafoto dengan latar belakang sebuah pantai di provinsi Banten tersebut. Sebuah lahan yang luluh lantak, lengkap dengan onggokan mobil-mobil dan peralatan pertanian yang hancur karena dihantam gelombang tsunami, yang dilaporkan menelan hingga hampir 500 jiwa.

Kepada Theguardian, Solihat beserta teman-temannya mengaku menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam dari Cilegon untuk mencapai lokasi “spot turis” tersebut. Tujuan awalnya disebutkan untuk memberikan donasi pakaian kepada para masyarakat yang menjadi korban selamat tsunami. Solihat mengungkapkan, foto selfie yang diunggah ke Facebook, kurang lebih menjadi semacam barang bukti bahwa mereka telah benar-benar sampai di lokasi dan memberikan donasi secara langsung.

 

Solihat menambahkan, terlepas dari banyak pihak yang mungkin menganggap foto selfie lokasi tsunami dirinya adalah sesuatu yang kurang pantas dilakukan, ia menilai pilihan selfie di lokasi bekas tsunami Selat Sunda ini bisa menjadi pengingat untuk orang lain agar bersyukur.

 

“Ketika orang-orang melihat foto lokasi yang hancur karena tsunami ini, mereka sadar bahwa mereka berada di tempat yang lebih baik. Foto-foto kehancuran kerusakan akan mendapatkan likes lebih banyak. Mungkin karena itu mengingatkan orang-orang untuk bersyukur,” ungkap Solihat.

Semenjak Sabtu, saat musibah terjadi telah banyak jasad korban yang ditemukan di lokasi pantai dan sekitar jalanan yang menjadi lokasi selfie ini. Masih banyak korban yang belum ditemukan di lokasi yang tersapu tsunami. Disebutkan banyak petugas pencarian dan kendaraan khusus penyelamatan yang ditugaskan mencari para korban, melewati banyak orang yang berniat berselfie ria di lokasi kejadian.

Ketika ditanya, apakah pantas berfoto selfie di depan hamparan air yang mungkin saja masih terdapat tubuh korban yang belum ditemukan. Solihat menjawab, itu semua tergantung dari niat melakukan swafoto itu sendiri.

“Itu tergantung dari niat Anda sendiri. Jika Anda selfie dengan niat pamer ya berarti jangan dilakukan. Tapi jika Anda selfie dengan maksud berbagi duka dengan orang lain, ya enggak apa-apa,” imbuhnya.

Namun tampaknya tidak semua orang yang hendak selfie, berniat untuk swafoto dengan niat untuk berbagi duka. Disebutkan lebih lanjut, ada seorang wanita yang bahkan rela bersusah payah mencapai titik tengah lokasi hanya demi agar lebih dekat dengan mobil SUV yang hancur tersapu gelombang tsunami sebagai latar selfie.

BACA JUGA: Maria Sallaus Hamil, Begini Tampilan Pacar Paul Pogba Pamer Perut Buncitnya

Sang pemilik mobil, Bahrudin mengungkapkan ia sebagai salah satu korban tsunami sejatinya merasa sangat kecewa. Disebutkan, ia berulang kali berujar kecewa ketika ditanya apa tanggapannya perihal lokasi tsunami ini tengah menjadi spot foto turis untuk media sosial. Demikian seperti diwarta Theguardian, Jumat (28/12/2018).

Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah fenomena ber-selfie ria dengan latar belakang lokasi terjadinya tsunami ini bisa menjadi pertanda rasa empati masyarakat perlahan-lahan telah menipis hanya demi mengunggah konten dan eksis di linimasa media sosial?

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini