nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dulu, Mandi 2 Kali Sehari Haram untuk Kalangan Orang Eropa

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 28 Desember 2018 22:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 28 481 1997316 dulu-mandi-2-kali-sehari-haram-untuk-kalangan-orang-eropa-9keNqk7L9m.jpg Orang Eropa dulu jarang mandi (Foto:Today)

MANDI teratur dua kali sehari, saat pagi dan sore hari adalah sesuatu yang lumrah semua orang lakukan sebagai rutinitas sehari-hari. Inilah yang ada di pikiran kebanyakan orang.

Eits, jangan salah! Tahukah Anda, bahwa kegiatan sederhana seperti mandi diketahui merupakan bukan hal yang biasa dilakukan, setidaknya untuk orang-orang Eropa kalangan tertentu pada abad pertengahan dulu?

 Maria Sallaus Hamil, Begini Tampilan Pacar Paul Pogba Pamer Perut Buncitnya

Disebutkan, dulu orang-orang Eropa kalangan tertentu di abad pertengahan senang memelihara kutu di tubuhnya loh! Pasalnya, orang-orang Eropa ini menyakini bahwasanya yang namanya kutu di tubuh itu adalah tanda sehat, sebab kutu dikatakan jarang didapati pada tubuh orang-orang yang sakit.

Maka dari itu, tak heran berangkat dari kepercayaan inilah akhirnya orang-orang Eropa jarang mandi. Tidak hanya jarang mandi, sebagian besar juga cuma mengganti baju yang dikenakan itu dengan intensitas sekali dalam satu tahun.

Kebiasaan untuk tidak mandi ini, nyatanya tidak memandang kelas sosial. Tidak hanya dilakukan oleh para rakyat biasa, tetapi juga kelas bangsawan. Sebagai contoh ada Ratu Isabel dari Spanyol, dimana dikatakan sang Ratu pernah mengungkapkan bahwa selama masa hidupnya ia hanya pernah mandi sebanyak dua kali. Ya! Hanya dua kali, pertama ketika masih bayi saat baru dilahirkan dan kedua kalinya saat hendak menikah.

Disebutkan lebih lanjut, dulu sebelum abad pertengahan yang namanya pemandian umum itu jadi sesuatu yang sangat umum, seperti halnya masyarakat umum secara teratur meluangkan waktu untuk mandi. Bahkan selama abad ke-4 dan ke-5, otoritas Kristen mengizinkan orang mandi untuk kebersihan dan kesehatan, tetapi mengutuk kehadiran di rumah pemandian umum untuk kesenangan dan mengutuk wanita yang pergi ke rumah pemandian yang memiliki fasilitas campuran.

 

Namun, seiring waktu, semakin banyak pembatasan muncul. Pada akhirnya, orang-orang Kristiani disebutkan dilarang mandi telanjang dan secara keseluruhan, gereja mulai tidak menyetujui pengampunan yang "berlebihan" dalam kebiasaan mandi. Ini memuncak pada otoritas gereja abad pertengahan yang menyatakan bahwa pemandian umum menyebabkan percabulan, seks bebas, dan penyakit.

Di banyak bagian Eropa diyakini bahwa air dapat membawa penyakit ke dalam tubuh melalui pori-pori di kulit. Menurut salah satu perjanjian medis abad ke-16, disebutkan bahwa yang namanya mandi dengan air memang menghangatkan tubuh, tetapi melemahkan organisme dan memperlebar pori-pori. Itu sebabnya mandi bisa berbahaya dan menyebabkan berbagai penyakit, bahkan kematian. Bukan hanya dari soal air, tetapi pelebaran pori-pori yang diyakini dapat membuat infeksi lebih mudah masuk ke tubuh.

 Khusus untuk Pengantin Baru, Begini Cara Merangsang Payudara Istri hingga Menggelinjang

Namun akhirnya, perlahan-lahan kebiasaan ini bisa berubah salah satunya karena pengaruh dari kebijakan gereja yang mengharuskan orang yang ingin beribadah di rumah Tuhan itu datang dalam kondisi diri yang bersih, bukan dengan tubuh beraroma tak sedap, dan baju tidak bersih.

Akan tetapi, secara umum sebagian orang-orang Eropa pada masa itu diketahui baru mengetahui soal kebersihan dan bebas kutu setelah adanya penemuan DDT (diklorodifeniltrikloroetana), yakni senyawa kimia berbentuk kristal bening dan hampir tak berbau yang mampu menyingkirkan kutu. Demikian seperti dihimpun Okezone, Jumat (28/12/2018) dari berbagai sumber.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini