nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fenomena Selfie di Lokasi Bencana Alam, Ini Tanggapan Travel Blogger Kenny Santana

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 30 Desember 2018 12:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 30 406 1997744 fenomena-selfie-di-lokasi-bencana-alam-ini-tanggapan-travel-blogger-kenny-santana-9E5fgeHLvY.png Kecaman Foto Selfie di Daerah Bencana (Foto: The Guardian)

BENCANA tsunami yang melanda Banten dan Lampung masih menyisakan sejumlah permasalahan. Selain persoalan infrastruktur, salah satu media asing asal Inggris, The Guardian, menyoroti fenomena selfie yang dilakukan masyarakat Indonesia dengan latar belakang puing-puing bangunan dan sisa bencana alam.

Artikel yang diberi judul “Destruction gets more likes’: Indonesia’s tsunami selfie selfie-seekers” itu pun langsung menarik perhatian dunia. Tak sedikit yang mempertanyakan, apakah sudah tidak ada lagi empati di hati masyarakat Indonesia?

Bagaimana tidak, sejak tsunami melanda Banten dan Lampung pada 22 Desember 2018, dilaporkan banyak warga yang mengunjungi daerah-daerah terdampak bencana untuk mengambil foto dan membagikannya ke media sosial. Banyak yang berasumsi bahwa tindakan tersebut mereka lakukan demi mendapatkan ‘likes’ dari followersnya. 

Ya, meski ada beberapa orang yang berdalih mereka mengambil foto di tempat bencana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia, sehingga mereka akan terdorong untuk memberikan bantuan kepada para korban.

Seperti yang sempat diakui oleh salah seorang warga bernama Solihat. Kepada The Guardian ia mengatakan sengaja mengambil foto di lokasi bencana, sebagai bukti bahwa ia dan timnya benar-benar memberikan bantuan.

"Ketika orang melihat foto saya, mereka akan menyadari bahwa mereka berada di tempat yang lebih baik. Foto soal kehancuran akan mengingatkan kita untuk lebih bersyukur," tutur Solihat.

Pendapat berbeda justru dilontarkan oleh seorang Travel Blogger asal Indonesia, Kenny Santana. Pemilik akun Instagram @kartuposinsta itu mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak mengambil foto selfie di tempat bencana karena menunukkan sikap tidak berempati kepada para korban yang sedang kesusahan.

“Tolong dimengerti, kesusahan orang lain tidak seharusnya dijadikan konsumsi buat upload foto selfie di media sosial,” tegas Kenny saat dihubungi via pesan singkat oleh Okezone, Minggu (30/12/2018).

Kenny menambahkan, untuk urusan pemberitaan atau penyebarluasan informasi, biarlah media atau portal berita yang mengabarkan secara luas ke seluruh penjuru Indonesia maupun dunia.

“Menurut saya untuk update berita, sebaiknya tetap media berita yang melakukan hal itu supaya kehadiran orang-orang ini tidak mengganggu di lokasi musibah juga,” ungkap Kenny.

Terakhir, Kenny berharap agar daerah-daerah di Indonesia yang terdampak bencana alam segera bangkit dan kembali seperti sedia kala.

“Semoga daerah yang terkena musibah bisa segera pulih kembali dan wisatawan tetap mau datang dan membantu perekonomian daerah-daerah tersebut,” tukasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini