nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Fakta Mengejutkan Tentang Gladiator Wanita, Bikin Geleng-Geleng Kepala

Abdul Razak, Jurnalis · Senin 31 Desember 2018 22:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 31 196 1998330 10-fakta-mengejutkan-tentang-gladiator-wanita-bikin-geleng-geleng-kepala-eJv1L94sbs.jpg Gladiator wanita (Foto: Reckontalk)

GLADIATOR dikenal di era Romawi Kuno dan biasanya diperankan oleh seorang pria yang dewasa. Namun, tidak banyak orang mengetahui tentang para gladiator.

Ternyata pada Romawi Kuno ada wanita yang bertarung melawan musuhnya dan disebut sebagai Gladiatrix. Gladiatrix ini, bertarung sama halnya dengan gladiator pria.

Tujuan adanya pertarungan gladiator, hanya untuk menghibur publik semata. Seperti yang Anda tahu, bahwa ada gladiatrix wanita yang bertarung dalam upaya untuk kesetaraan gender. Dilansir dari reckontalk, berikut ada fakta menarik tentang para pejuang wanita pemberani ini. Penasaran? Inilah 10 fakta gladiatrix yang tidak Anda ketahui.

1. Tidak berbusana

Dalam menyikapi terhadap kesetaraan gender, Romawi memutuskan bahwa pria dan wanita harus bertarung dengan cara yang persis ketika berada di arena. Seperti biasanya, pria berkelahi tanpa baju, maka peraturan ini juga berlaku bagi seorang wanita. Berguna agar di dalam pertarungan lebih praktis dan memberikan daya tarik.

 (Baca Juga:Putuskan Lepas Hijab, Berikut 4 Penampilan Hot Nikita Mirzani)

 

2. Hiburan ekstra

Dalam beberapa acara gladiator sangat mirip dengan acara TV atau film modern. Para produser mereka selalu memikirkan cara-cara baru untuk memberi penonton sesuatu yang berbeda dari yang lain. Pada awalnya, mereka (gladiatrix) diperkenalkan sebagai tontonan agar yang melihat semakin bersemangat. Terkadang sebelum berkompetisi, para gladiator dihibur dengan hiburan, seperti melawan sesuatu atau memberikan apa yang ia mau.

3. Bertarung secara pribadi

Pada zaman kuno, wanita tidak selalu memiliki kebebasan yang sama dengan pria dalam beberapa aspek kehidupan. Pada zaman itu, mereka tidak diizinkan untuk menghadiri tempat gladiator resmi, demi belajar bagaimana cara untuk bertarung. Biasanya para gladiatrix ini, menyewa tutor pribadi untuk mempersiapkan dirinya.

 

 (Baca Juga:5 Keputusan Lepas Hijab Selebriti Paling Fenomenal)

4. Disklasifikasikan sebagai pelacur

Satu catatan menarik tentang gladiator wanita adalah mereka dilihat masyarakat sebagai orang rendahan. Sementara itu, gladiator pria dianggap sebagai pahlawan. Mereka tidak hanya diberi status warga negara tetapi juga diizinkan menikah atau kembali ke keluarganya. Ini tidak sama sekali untuk pejuang wanita, para gladiator wanita dipandang sebagai aib oleh masyarakat Romawi dan digolongkan dalam kelompok yang sama dengan pekerja seks.

5. Pemberontak asli

Menjadi seorang gladiator wanita sebenarnya adalah hal yang sangat memberontak dan berani untuk dilakukan. Para gladiatrix cenderung mau menjadi petarung karena hadiah yang didapatkan ketika memenangkan suatu pertandingan. Ia akan mendapatkan ketenaran, kekayaan, dan kejayaan yang abadi. Kekayaan yang mereka dapatkan membuat dirinya tidak bergantung pada suami atau ayahnya lagi. Maka dari itu, para gladiatrix ini memberontak terhadap siapapun yang menghalanginya.

6. Amazon dan Achilla

Salah satu catatan, gladiator wanita yang paling terkenal ditemukan di Turki. Sebuah plakat yang ditemukan pada era itu menunjukkan dua pejuang perempuan hebat bernama Amazon dan Achilla. Pertarungan dua perempuan tersebut menjadi pertarungan sengit yang membuat keduanya seri dan memenangkan hadiah uang.

7. Boneka gladiator sebagai souvenir

Pertandingan gladiator kuno sangat populer di seluruh Kekaisaran Romawi. Banyak warga biasa senang pergi ke Colosseum atau amfiteater lokal untuk melihat para pejuang favoritnya. Tidak ketinggalan, beberapa warga mendirikan toko-toko suvenir sepanjang pertandingan. Yang dijual juga berbagai macam, seperti, boneka mainan, patung, dan sebagainnya.

8. Makam gladiator romawi

Pada tahun 2000, para arkeolog menemukan makam seorang wanita muda di dekat lokasi amfiteater tua di London. Ketika dilihat lebih jauh ke dalam, arkeolog mendapati itu dipenuhi dengan pernak-pernik berharga dan barang-barang bertema gladiator. Arkeolog itu juga menemukan sisa-sisa makanan mahal yang diyakini dimakan saat pesta pemakaman untuk menghormatinya.

9. Gladiator dilarang

Pada 200 Masehi, Kaisar Septimius Severus mengunjungi Olimpiade di Yunani dan setelah dari kunjungannya itu, ia melarang semua wanita untuk bertarung sebagai gladiator. Masyarakat berpikir bahwa, Kaisar Septimius dipengaruhi oleh orang-orang Yunani untuk melarang wanita memasuki arena.

10. Budak perempuan diberi kesepakatan buruk

Ternyata, di era Romawi Kuno, ada budak yang ditangkap oleh pasukan Romawi dan dipaksa untuk bertarung. Budak perempuan diperlakukan sama buruknya dengan budak laki-laki. Para budak tersebut dipaksa untuk bisa bertarung demi bisa menjadi seorang gladiator walaupun, sebenarnya budak tersebut tidak menginginkan hal itu.

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini