nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudah Benarkah Cara Wudhu Anda? Ini Hukum Berwudhu dalam Islam

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 04:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 01 196 1998724 sudah-benarkah-cara-wudhu-anda-ini-hukum-berwudhu-dalam-islam-utqOByLczf.jpg Hukum berwudhu dalam Islam(Foto:Ist)

 

Netizen diramaikan dengan video Sandiaga Uno yang tengah berwudhu menggunakan air dalam gayung. Sebenarnya berdasarkan syariat Islam bagaimana hukumnya?

Karena aksinya tersebut, Netizen pun mengontroversikan video viral itu karena hukumnya dianggap tidak sah. Okezone pun langsung mencari tahu apakah benar yang Netizen sebutkan berdasarkan penjelasan para ahli agama.

BACA JUGA:  Kelahiran Bayi "Raksasa" Bikin Para Dokter Terkejut, Begini Kondisinya

Menyikapi video berwudhu itu, Ketua Ikatan Sarjana Alquran Hadist, Ustaz Fauzan Amin menjelaskan, jika seseorang yang mengambil wudhu dengan menggunakan air dalam satu gayung dihukumi musta'mal.

"Sesuai dengan referensi kitab Fathul Qarib halaman 1-3, wudhunya tidak sah menurut madzhab Imam Syafi'e," ungkapnya saat dihubungi Okezone, Senin (31/12/2018).

BACA JUGA:  Viral di Medsos Foto Prewedding ala Mayat Hidup , Bikin Merinding Ngeliatnya!

Ustaz Fauzan mengatakan, air satu gayung itu ukurannya kurang dari dua qullah. Dari pendapat Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu mana jumlah airnya tidak sampai dua qullah atau setara 270 liter air.

Dia menambahkan, dalam tata cara berwudhu, mayoritas umat Islam di Indonesia menganut madzhab syafi'e. Dalam hal ini ulama syafi'iyyah membagi air menjadi empat bagian, antara lain:

 Air suci tapi tidak mensucikan, seperti teh dan kopi.

1. Air suci dan bisa mensucikan, seperti air sungai, air laut, air sumber, air hujan, air es. Air tersebut boleh dipakai untuk berwudhu dan sah hukum wudhunya.

2. Air suci tapi tidak mensucikan, seperti teh dan kopi. Sehingga, tidak bisa dipakai untuk berwudhu atau mandi wajib.

3. Air Musta'mal, air suci yang digunakan dan tidak sampai 2 qullah. Menurut Ulama Syafiyah, airnya tetap suci, tapi tidak bisa dibuat wudhu, karena jumlah airnya tidak sampai 2 qullah.

4. Air Musyammasy yang dipanaskan, baik menggunakan api atau karena terkena sinar matahari. Saat berwudhu menggunakan air ini tetap sah. Lebih tepatnya hukumnya makruh, ketika seseorang wudhu menggunakan air tersebut.

Menurut Uztaz Fauzan, sebagai sesama umat Islam, mestinya saling memberi edukasi. Termasuk Sandiaga yang mungkin belum memahami persoalan fiqih.

"Akan tetapi seandainya Sandiaga adalah orang yang Ahli Fiqh (ahli agama), maka yang mesti dilakukan adalah klarifikasi tabayyun. Apakah dirinya sedang mengikuti madzhab selain Imam Syafie atau punya alasan lain," tutur Uztaz Fauzan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini