nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Napak Tilas Kembang Api, Alat Perang yang Diubah untuk Usir Roh Jahat

Adinda Harum, Jurnalis · Selasa 01 Januari 2019 11:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 01 406 1998526 napak-tilas-kembang-api-alat-perang-yang-diubah-untuk-usir-roh-jahat-0jAecNetgI.jpg Ilustrasi Kembang Api. (Foto: Okezone/Arief)

PERAYAAN Tahun Baru memang tidak lengkap rasanya tanpa pesta kembang api. Seluruh penjuru dunia pun memiliki pesta kembang api yang menarik dan tentu berbeda-beda.

Kembang api memang kerap dinyalakan setiap ada momen-momen spesial. Di Indonesia sendiri, selain Tahun Baru kembang api dinyalakan saat pembukaan Asian Games 2018.

Tapi siapa sangka, kembang api yang awalnya merupakan senjata perang memiliki kegunaan lainnya. Melansir dari Livescience, kembang api berasal dari bubuk mesiu pertama kali di ciptakan oleh masyarakat China, yang percaya jika ledakan dalam kembang api dapat menjauhkan roh jahat, dari situlah terciptanya kembang api ini.

Baca Juga: Putuskan Lepas Hijab, Berikut 4 Penampilan Hot Nikita Mirzani

Dibawa Marco Polo pada 1295, kembang api dibawa dari Eropa dari Asia sebagai senjata. Awalnya, kembang api dibuat dengan cara mengemas bubuk mesiu ke dalam bambu dan melemparkannya ke dalam api untuk menciptakan ledakan keras. Seiring waktu, bambu tersebut mulai disubtitusi menjadi tabung kertas dan ditambahkan sumbu dari kertas tisu untuk meledakannya.

Orang-orang Barat kemudian memakai kembang api di setiap perayaan untuk menghibur orang banyak. Inggris, merupakan negara pertama yang menggunakannya di abad pertengahan.

Di Inggris, para penguasa menggunakan layar kembang api untuk menghibur para pengikut mereka. Pertunjukan kembang api kerajaan pertama dianggap telah terjadi pada hari pernikahan Henry VII pada tahun 1486.

Baca Juga: Kelahiran Bayi "Raksasa" Bikin Para Dokter Terkejut, Begini Kondisinya

Bahkan, menurut History.com, sekolah-sekolah di Eropa mengajarkan para siswanya membuat ledakan yang rumit untuk kembang api. Di Italia, kembang api sangat populer pada tahun 1830-an, mereka mencampurkan sejumlah logam dan bahan lainnya untuk meningkatkan kecerahan dan membuat bentuk kreatif.

Pada akhirnya, kembang api yang hanya mono-colour berwarna oranye, akhirnya memiliki lebih banyak warna. Orang Italia menciptakan campuran dengan berbagai bahan kimia, menghasilkan tampilan kembang api yang jauh lebih dekat dengan versi modern. Mereka menggunakan strontium untuk merah, barium untuk hijau, tembaga untuk biru dan natrium untuk kuning.

Kembang api kemudian dibawa ke Amerika pada 4 Juli 1777, untuk merayakan peringatan pertama hari Kongres Kontinental mengadopsi Deklarasi Kemerdekaan di Amerika Serikat. Sejak saat itu, kembang api mulai menjadi tradisi di Negeri Paman Sam.

Sayangnya, tidak semua orang memakai kembang api sebagai hal positif. Di beberapa negara, seperti Rhode Island, melarang penggunaan kembang api karena digunakan untuk kejahatan pada 1731.

Pada tahun 1890-an, negara bagian lain dan beberapa kota juga membuat peraturan untuk mengontrol bagaimana dan di mana kembang api dapat digunakan. Saat ini, banyak kota dan negara bagian yang memiliki undang-undang sendiri yang mengatur penggunaan kembang api.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini