nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Sentuhan Islam dalam Seni Beladiri Wu Shu

Yosua Tobing, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 19:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 02 196 1999084 ada-sentuhan-islam-dalam-seni-beladiri-wu-shu-rV3mxXbToe.jpg Sentuhan islam dalam seni beladiri wushu (Foto:Mvslim)

 

MUSLIM China selalu melahirkan para ahli beladiri Wu Shu dan terus mengembangkan ilmu beladiri mereka. Konghucu dan Tao, serta Buddha, disebut tiga pengajaran yang memiliki pengaruh siginifikan dalam pembentukan budaya Tionghoa.

Bagian lain yang tak terpisahkan dari budaya yang telah dikembangkan selama berabad-abad adalah seni bela diri Tiongkok. Seni bela diri Tiongkok atau juga dikenal sebagai Wu Shu dan Kung Fu, termasuk ratusan gaya bertarung. Masing-masing dari mereka terinspirasi oleh agama, filosofi, dan legenda China yang berbeda.

BACA JUGA:  Putuskan Lepas Hijab, Berikut 4 Penampilan Hot Nikita Mirzani

Namun, apa Anda tahu ada juga seni beladiri Tiongkok yang memiliki sentuhan Islam. Beladiri ini tercipta dari keluarga Hui sendiri. Salah satu filosofi tradisional adalah menyelaraskan energi internal dan eksternal untuk mencapai kesempurnaan fisik dan spiritual. Keluarga Hui merupakan kelompok etnis Muslim China, mendapat inspirasi dari tradisi Nabi Muhammad.

“Orang kuat bukanlah pegulat yang baik, orang yang kuat hanyalah orang yang mengendalikan dirinya ketika dia marah,” ungkapnya.

Seni bela diri Hui tercipta oleh anggota Hui dari perpaduan antara kepercayaan Islam dan tradisi China. Master besar baru lahir dan tidak lama mereka mencapai tingkat tertinggi Wu Shu. Seperti, beberapa master besar Hui berpengalaman dalam bidang bela diri Tiongkok, Ma Xianda dan Wang Zi-Ping. Okezone kutip dari Mvslim, Rabu (02/01/2019).

Ma Xianda adalah salah satu Grandmaster Muslim dari generasi keenam keluarga seniman bela diri Hui yang terkemuka dan dari segelintir master yang telah mencapai tingkat tertinggi dalam seni bela diri Tiongkok. Beliau adalah salah satu yang pertama dan termuda saat menerima peringkat ini. Ma Xianda mulai dilatih ayah dan pamannya pada usia lima tahun. Grandmaster Ma belajar banyak gaya tradisional Wu Shu dan mempelajari tinju, gulat Mongolia (Shuaj Jian) dan pagar.

Selama karirnya dalam mengajar, ia diperkirakan telah memiliki murid sekitar 10.000, termasuk Zhao Chanjun dan Jet Li. Selain itu, lebih dari dua puluh siswa di antaranya mendapatkan gelar Wu Ying, Martial Hero. Ini adalah gelar yang diberikan kepada atlet yang telah menempatkan lebih dari sekali di posisi tiga teratas di kejuaraan nasional China. Pada tahun 1980 ia menjadi pelatih seni bela diri dan koreografer kepala untuk film The Shaolin Temple, yang dibintangi Jetl Li. Kedua putranya adalah juara nasional juga. Itu lebih seperti warisan keluarga.

 

Grandmaster Muslim lainnya adalah Wang Zi-Ping. Selama hidupnya ia telah menghidupkan kembali gelar Singa Kung Fu China. Walaupun ayah dan kakeknya adalah seniman bela diri yang terkenal, tetapi menolak untuk mengajari Zi-Ping karena mereka tidak tidak ingin Zi-Ping megalami penderitan yang harus mereka alami. Terlepas itu, Zi-Ping sangat bersemangat untuk berlatih sendiri ketika dia sudah berusia tujuh tahun.

BACA JUGA: Kelahiran Bayi "Raksasa" Bikin Para Dokter Terkejut, Begini Kondisinya

Dia membuat keputusan untuk bepergian ke seluruh negeri. Selama perjalanannya, ia memilih untuk berlatih di bawah pimpinan Wu Shu Yang Hong Xiu. Banyak yang berani menantangnya dalam pertarungan tetapi ia tetap tak terkalahkan. Pekerja Jerman, sekelompok pemain Judo dan seorang Amerika bernama Sullivan tidak bisa memenangkan pertandingan. Setelah revolusi 1949, ia dihormati sebagai pahlawan dan ditunjuk sebagai Wakil Kongres Rakyat Multicipal Shanghai, Wakil Presiden Asosiasi Wh Shu Nasional, dan sebagai anggota Federasi Olahraga Seluruh Tiongkok.

Ma Xianda dan Wang Zi-Ping hanyalah dua contoh Grandmaster Muslim tentang bagaimana umat Islam mengambil bagian dalam aspek kehidupan yang jauh lebih banyak daripada yang mungkin Anda pikirkan. Banyak seniman beladiri di seluruh dunia tidak hanya mengagumi mereka. Mereka adalah inspirasi dan motivasi bagi mereka.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini