Pakai BPJS atau Biaya Sendiri, Selang Cuci Darah Hanya Dipakai Sekali

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 02 481 1999192 pakai-bpjs-atau-biaya-sendiri-selang-cuci-darah-hanya-dipakai-sekali-HNZA7CzXvC.jpg Ilustrasi (Foto: istock)

BARU-BARU ini, Prabowo menyebut bahwa selang cuci darah di Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo dipakai untuk 40 orang. Pihak RSCM pun membantah pernyataan Prabowo.

Pernyataan Prabowo itu juga dibantah oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi (KGH), dr Erik Tapan, yang menyebutkan bahwa setiap alat digunakan sesuai dengan prosedur dan didasari dari kebutuhan pasien itu sendiri. Jika dijabarkan ada 3 poin penting yang menarik untuk disimak, berikut ulasan lengkapnya:

1. Mesin dialisis

 

Mengingat harganya yang terbilang mahal, penggunaaan mesin ini cenderung dibedakan antara pasien infeksious dan non infeksious. Infeksi dalam hal ini hepatitis dan HIV / AIDS. Mesin yang digunakan pasien infeksius dipisah dengan mesin yang digunakan pasien non infeksius.

"Jika pada klinik atau rumah sakit jumlah mesinnya tidak banyak, umumnya mereka tidak akan menerima pasien infeksius. Selain itu, semua pasien baru juga wajib diperiksa status infeksinya sebelum memulai proses dialisis. Pemeriksaan ini diulang setiap 6 bulan sekali," jelas dr Erik Tapan dalam pernyataan resmi yang diterima Okezone, Rabu (2/1/2019).

 (Baca Juga:Prabowo Sebut RSCM Pakai Selang Cuci Darah untuk 40 Orang, Ini Penjelasan Ahli Ginjal)

2. Dialiser

 

Alat yang satu ini penggunaannya relatif berbeda. Ada yang menggunakan 1 kali saja (single use), ada juga yang menggunakan hingga 7 kali (total 8 kali dengan pencucian).

"Sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa penggunaan total penggunaan dialiser baik 1 kali hingga 8 kali sebetulnya tidak terlalu berbeda hasilnya," tegas dr Erik.

Dengan kata lain, penggunaan dialiser 8 kali masih diperbolehkan kecuali dialisernya sudah rusak. Pasalnya, saat proses pencucian, dialiser langsung dites apakah masih bisa digunakan atau tidak.

"Umumnya, rumah sakit tipe A menggunakan metode single use, sedangkan tipe B dan seterusnya lebih fleksibel, mereka bisa menggunakan single use ada juga yang re-use (dibiayai BPJS). Kalau single use cenderung menggunakan biaya sendiri," tambahnya.

 (Baca Juga:Terapi Ini Diklaim Bisa Sembuhkan Kanker)

 

3. Selang

 

Dokter Erik mengatakan, apapun tipe klinik atau rumah sakitnya, baik menggunakan biaya sendiri atau BPJS, selang hanya digunakan 1 kali saja. Setiap kali HD.

"Penggunaan berkali-kali itu hanya untuk dialiser atau tabungnya. Ini pun digunakan pada orang yang sama. Jadi dialisernya diberi tanda nama pasien. Selesai digunakan, dialiser dicuci sambil (secara otomatis) diperiksa apakah bisa digunakan lagi atau tidak. Jika tidak, meskipun belum 7 kali pakai, akan langsung diganti," tandas dr Erik.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini