nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menjajal Fishcake Jepang Termahal Seharga Rp700 Ribu, Seperti Apa Wujudnya?

Risda Nadiva, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 14:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 03 298 1999421 menjajal-fishcake-jepang-termahal-seharga-rp700-ribu-seperti-apa-wujudnya-yfNKqZxYqt.png Fishcake. (Foto: Soranews24)

NEGERI Sakura Jepang memang memiliki banyak kuliner yang lezat, salah satunya adalah fishcake atau kamaboko. Biasanya, makanan ini ditemukan saat kita memesan menu ramen atau udon ketika di restoran Jepang. Rasa dari fishcake ini seperti bakso ikan yang lebih lembut nan nikmat.

Kamaboko sendiri berwarna merah muda hingga putih yang disajikan dalam irisan berbentuk bunga sakura. Tidak jarang, jika seseorang yang belum pernah merasakan makanan ini akan mengira jika fishcake adalah kue.

Mengutip Soranews, salah satu mal mewah di Jepang, Shinjuku Isetan, menjual produk kamaboko dengan harga yang fantastis hingga menguras isi dompet. Penasaran bahannya terbuat dari apa?

Baca Juga: Seksinya Naomi Zaskia Pacar Baru Sule Panas-panasan di Pantai, Bikin Pria Basah Kuyup!

Seorang pembeli, Mr. Sato terkejut karena harga makanan yang dibelinya seharga 5.400 yen atau sekira Rp700.000. Padahal, dia hanya membeli satu kotak kamaboko atau fishcake.

Tanpa disangka, kamaboko yang dibelinya itu merupakan salah satu makanan yang paling top. Ini dibuktikan dari bungkus kamaboko, berupa kotak kayu yang elegan.

Kamaboko itu memang sangat indah, lapisan luar berwarna merah muda dan di dalamnya berwarna putih yang indah. Memang selain rasanya yang enak, kamaboko juga memiliki mitos, jika dimakan saat perayaan tahun baru dianggap akan memberi keberuntungan.

Tidak heran, karena kamaboko yang dibeli Mr. Sato berasal dari perusahaan produk makanan laut Tokyo Kibun dan dibuat dengan 100 persen ikan croaker. Jenis ikan ini ternyata sangat aman dari kandungan merkuri dan berasal dari Samudera Atlantik.

Baca Juga: Dijodohkan dengan Dul, Begini 5 Gaya Seksi Aaliyah Massaid

Saat membuka bungkusannya, Mr. Sato mencium bau kamaboko yang berbeda dari yang lain. Wanginya begitu nikmat dan dilengkapi tekstur yang lebih kenyal dan terkesan berkilau. Begitu memakannya dengan irisan kecil , rasanya sangat berbeda dan lembut.

Kamaboko yang dijual di supermarket biasa, harus memakai tambahan pelengkap seperti kecap, tapi ini berbeda. “Sangat nikmat, tidak perlu campuran tambahan,” kata Mr. Sato sambil menikmati kamaboko mahalnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini