nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prediksi soal Bencana Alam di Indonesia 2019, Apa Kata Mbah Mijan?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 08:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 03 406 1999253 prediksi-soal-bencana-alam-di-indonesia-2019-apa-kata-mbah-mijan-BujExBd0yQ.jpg Prediksi Bencana Alam di Indonesia (Foto: Ist)

AWAN berbentuk aneh yang menghiasi langit Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Rabu (2/1/2019), menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia. Banyak dari mereka yang terkejut dengan kode yang diberikan oleh alam tersebut dan menerka-nerka tentang hal buruk yang bisa saja terjadi di Pulau Sulawesi.

Menjawab keresahan tersebut Okezone berusaha menghubungi ahli metafisika Mbah Mijan untuk melihat kejadian ini berdasarkan sisi spiritual. Menurutnya awan Kumulonimbus ini menandakan adanya sebuah badai yang sangat besar yang akan menerjang Indonesia.

“Saya tidak bermaksud menakut-nakuti seputar terjadinya awan kumulonimbus tersebut, tapi menurut saya akan ada badai yang sangat besar. Jika dari sisi primbon atau metafisika ini akan terjadi sebuah badai yang sangat besar. Yang jelas saya tidak mengetahui apakah badai ini akan terjadi di darat atau terjadi di laut,” terang Mbah Mijan, saat dihubungi Okezone, Kamis (3/1/2018).

Mbah Mijan memperkirakan badai besar tersebut bisa saja terjadi di dua tempat yakni di darat dan di dalam laut. Menurutnya, jika badai ini terjadi di laut maka air pasang akan berdampak seperti tsunami. Tapi jika badai ini terjadi di darat maka dampaknya akan seperti puting beliung yang memporak porandakan apa saja.

Sebenarnya prediksi Mbah Mijan ini bukan pertama kalinya. Jauh-jauh hari Mbah Mijan sempat memperkirakan bahwa pada 2019, angin dan air masih berpotensi untuk memporak-porandakan sebagian wilayah di Indonesia.

“Tahun 2019 ini dari awal saya telah mengatakan bahwa angin dan air masih berpotensi, angin darat, angin laut, air darat, air laut itu masih sangat berpotensi mulai dari November, Desember, Januari hingga Februari ke depan,” lanjutnya.

Mbah Mijan juga meminta masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda yang diberikan oleh alam. Pasalnya saat ini banyak sekali tanda-tanda aneh yang alam berikan, namun tidak mampu disadari dengan baik oleh manusia.

Secara primbon beberapa tanda yang menurut orang berupa tanda biasa, beberapa tempat yang kemungkinan dilalui oleh suara aneh, suara gemuruh yang secara gemuruh menyerupai sirine di Sukabumi, dan akhirnya ada kejadian tanah longsor juga yang memakan cukup banyak korban jiwa di Sukabumi.

“Intinya kita harus waspada tentang bencana. Apalagi kita tinggal di negara beriklim komplit dan rawan akan bencana banjir, tanah longsor, tsunami, gempa, gunung meletus dan lain sebagainya. Intinya setiap kali ada pertanda apapun kita bukan hanya sekadar merasa ketakutan, tapi harus bisa mendekatkan diri, berdoa dan berdzikir,” Intinya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini