nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Kata BMKG soal Fenomena Awan Berbentuk Tsunami di Makassar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 09:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 03 406 1999271 ini-kata-bmkg-soal-fenomena-awan-berbentuk-tsunami-di-makassar-k9stOHbtTv.jpg Awan berbentuk tsunami di Bandara Sulta Hasannuddin (Foto: Herman)

MASYARAKAT Indonesia sedang digegerkan dengan fenomena awan berbentuk tsunami yang terlihat jelas di bandar udara (Bandara) Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan pada Rabu 2 Januari 2019.

Banyak yang mengira awan tersebut merupakan sebuah tanda akan adanya bencana besar yang hendak menimpa wilayah tersebut. Walaupun tidak menyebabkan kerusakan apapun, namun fenomena awan tsunami itu mengganggu lalu lintas penerbangan.

Dilaporkan lima maskapai penerbangan terpaksa holding selama beberapa menit karena tidak bisa melihat dengan jelas di mana landasan pacu tersebut. Awan tersebut juga menyebabkan gerimis sekira pukul 08.00 WITA.

Menurut Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Akhmad Taufan Maulana, menegaskan fenomena awan tsunami tersebut termasuk dalam kategori awan kumulonimbus dengan kode CB.

Baca Juga: Dijodohkan dengan Dul, Begini 5 Gaya Seksi Aaliyah Massaid

Sebagaimana diketahui awan kumulonimbus adalah sebuah awan yang menjulang tinggi, sangat padat dan mengandung petir dan hujan di dalamnya. Alhasil dari wujudnya yang mengerikan banyak masyarakat yang was-was terhadap pertanda alam ini.

Meski demikian, Taufan mengimbau agar masyarakat tidak panik dengan fenomena awan mengerikan tersebut. Pasalnya, ini merupakan suatu kondisi alam yang lazim dimana akan ada hujan dengan intensitas lebat yang akan datang.

Baca Juga: Gaya Maia Estianty, Raisa Sampai Nagita Slavina di Postingan Perdana 2019

“Ini adalah awan kumulonimbus (CB). Biasanya menimbulkan hujan dengan intensitas lebat diiringi dengan petir dan angin kencang. Namun, intensitasnya tidak lama,” tutur Taufan Maulana, saat diwawancarai Okezone, Kamis (3/1/2018).

Selain awan berbentuk tsunami yang menggegerkan masyarakat Makassar, Taufan juga enggan berkomentar banyak terkait awan berlafaz Allah yang menghiasi langit di sekitaran anak Gunung Krakatau pada 28 Desember 2018.

Kabarnya awan berbentuk lafaz Allah terlihat dan sempat diabadikan oleh kamera wartawan di sekitaran anak Gunung Karakatau. Fenomena awan bertulisakan Allah itu ditemukan usai bencana tsunami yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya.

“Awan berbentuk lafaz Allah Ini kayanya perlu di verifikasi kembali. Pasalnya banyak sekali gambar seperti itu beredar di Google,” tutupnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini