nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awan Bentuk Tsunami di Makassar, Mbah Mijan Sebut Itu Teguran!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 13:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 03 406 1999305 awan-bentuk-tsunami-di-makassar-mbah-mijan-sebut-itu-teguran-l6Cav32dgP.jpg Awan Bentuk Tsunami (Foto: Ist)

KUMPULAN awan hitam berbentuk seperti gelombang tsunami telah menggegerkan masyarakat Makassar. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu 2 Januari 2019 sekira pukul 08.00 WITA.

Tentunya ini merupakan sebuah hal yang cukup aneh, dimana awan lazimnya tidak berbentuk seperti itu. Foto awan mengerikan ini berhasil di abadikan dengan jelas dari bandar udara (Bandara) Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Dijodohkan dengan Dul, Begini 5 Gaya Seksi Aaliyah Massaid

Tentunya fenomena ini sangat menarik jika ditelaah melalui sisi metafisika. Ya, menurut pakar spiritual, Mbah Mijan, bencana merupakan sebuah cara bagaimana alam semesta ingin berkomunikasi dengan manusia.

Ia mengatakan bencana sebenarnya tidak membunuh manusia. Hanya saja puing-puing bangunan atau benda lainnya yang menyebabkan seseorang meninggal karena terempas.

“Bencana itu adalah cara bagaimana alam semesta berkomunikasi dengan manusia. Bencana itu tak serta merta membunuh manusia, yang menjadi pembunuhnya itu kan berupa reruntuhan bangunan yang menimpa manusia dan sebagainya,” ungkap Mbah Mijan, saat dihubungi Okezone, Kamis (3/1/2019).

Oleh sebab itu melalui fenomena ini Mbah Mijan mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mengingat kembali kepada sang pencipta. Pasalnya, alam telah memberikan pesan yang bisa menjadi teguran untuk kita semua.

Baca juga: 5 Potret Seksi Chef Marinka, Bikin Pria Ogah Berkedip!

“Ayolah kita mengingat kembali tentang sang pencipta, kita ingat sang penguasa alam semesta. Ini semua adalah suatu pertanda sama seperti yang ada di Makassar,” lanjutnya.

Untuk warga Makassar dan Sulawesi yang terkena fenomena awal menyerupai tsunami, Mbah Mijan mengatakan tidak perlu takut. Bencana ini bisa dihindari dengan doa.

“Saya dari dahulu meyakini bahwa doa yang dibaca ribuan orang, akan menggeser atau mengubah sebuah ketetapan tuhan. Artinya berdoa itu bisa mengubah nasib manusia, berbagi itu bisa mengubah kondisi,” sambungnya.

Pesan Mbah Mijan yang terakhir adalah ketika Anda memiliki kegelisahaan dalam hati karena melihat banyaknya gejala alam seperti ini, sebaiknya berdoa dalam jumlah yang banyak. Istighosah, berjamaah adalah salah satu cara untuk menggeser bencana tersebut.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini