nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Target Kunjungan Wisman 2018 Tak Tercapai, Begini Penjelasan Ketua BPS

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 20:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 03 406 1999644 target-kunjungan-wisman-2018-tak-tercapai-begini-penjelasan-ketua-bps-c6WqTfuMjF.jpg Target kunjungan wisman 2018 tak tercapai (Foto: ABC)

Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mengeluarkan data jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2018. Dari data tersebut, diketahui bahwa wisman yang datang ke Indonesia masuk melalui tiga bandara utama yakni, Bandara Ngurah Rai di Bali, Bandara Internasional Soekarno Hatta di Cengkareng, Jakarta, serta Bandara Internasional Juanda.

Secara kumulatif, Januari-November 2018, total wisman yang datang ke Indonesia menyentuh angka 14,4 juta orang. Jika dibandingkan dengan periode yang sama 2017, jumlah wisman yang datang meningkat 11,63%.

Menurut Ketua BPS Suhariyanto, peningkatan jumlah wisman ke Tanah Air disebabkan oleh berbagai hal, meski beberapa waktu lalu Indonesia sempat dilanda bencana alam. Suhariyanto berharap, Kementerian Pariwisata terus melakukan upaya promosi agar jumlah wisman pada 2019 tetap menunjukkan tren positif.

“Bencana di Lombok, Palu, Banten, dan Lampung akan berpengaruh kepada jumlah wisman. Tapi ke depannya kita berharap jumlah wisman meningkat dan spending lebih besar dan kita harapkan berdampak ke seluruh masyarakat,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (3/1/2019).

Lebih lanjut, Suhariyanto membeberkan lima besar kunjungan wisman yang menjadikan Indonesia sebagai destinasi liburan Mereka. Peringkat pertama ditempati Malaysia, lalu diikuti Singapura dan Timor Leste.

wisatawan

Sayangnya, ada penurunan tajam untuk jumlah wisman dari Tiongkok. Pada November 2017 jumlah wisman Tiongkok berhasil menyentuh angka 148.000, sekarang hanya 124.000 atau mengalami penurunan hingga 24.000 orang. Sementara wisman dari Australia pada November 2018 jumlahnya mencapai 97.776 orang.

“Jika ditilik berdasarkan kawasannya, terjadi perubahan antara periode Januari-November 2018 dengan Januari-November 2017. Jumlah turis dari Asean, Asia, Eropa, Amerika, dan Oceania meningkat. Hanya dari Timur Tengah dan Afrika yang menurun. Timteng turun 7,87% tapi jumlahnya tidak terlalu signifikan, demikian juga dengan turis dari Afrika. Jadi, ke depan kita memang perlu lebih gencar lagi mempromosikan pariwisata Indonesia yang sangat kaya potensi,” tegasnya.

Dari data yang dikeluarkan oleh BPS, jumlah wisman sampai pada periode November 2018 hanya menyentuh angka 14,4 juta orang. Dengan kata lain, target kunjungan 17 juta wisman yang diproyeksi oleh Kemenpar untuk tahun 2018 tidak tercapai.

“Memang, salah satu penyebabnya adalah bencana. Ketika ada bencana tentu semuanya agak khawatir meskipun kemudian ada komitmen dari pemerintah bahwa seperti di Lombok harus ada pembenahan sehingga pariwisatanya pulih lagi. Tentunya ke depan kalau kita mau mencapai targetnya, promosi memang harus terus digencarkan, tapi kalau bencana memang kita tidak bisa menghindar,” papar Suhariyanto.

“Apalagi bencana yang berturut-turut. Bagaimanapun tentu akan berpengaruh kepada minat wisman untuk datang ke Indonesia. Jadi saya lihat itu mempunyai pengaruh yang besar,” tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini