nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenapa Generasi Milenial Suka Jajan Malam?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 17:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 07 298 2001079 kenapa-generasi-milenial-suka-jajan-malam-sMDiApGRaJ.jpg Jajan tengah malam (Foto: Trover)

TENGAH malam lapar dan yang dilakukan sekarang adalah ambil ponsel, mencari restoran 24 jam, lalu pesan salah satu makanan di sana. Tanpa perlu keluar rumah, Anda sudah bisa mengisi perut yang lapar dengan makanan yang Anda inginkan.

Tren ini menjadi masif. Semakin banyak masyarakat yang doyan jajan malam. Bahkan, beberapa dari mereka memilih menu makanan "berat" untuk di makan tengah malam.

Seperti yang diceritakan salah seorang milenial, Chintya. Dia mengaku, karena punya kebiasaan suka tidur pagi, jadi kadang-kadang tengah malam pas "ngalong" lapar dan akhirnya makan.

( Baca Juga : Menengok Gaya Eyna, Selebgram Cantik yang Dapat Hadiah Mercederz-Benz )

"Nggak ngerti kenapa pas tengah malam itu lapar dan kalau sudah begitu, ya, makan adalah jawabannya. Sekali pun saya tahu itu nggak sehat. Ya, tapi lapar dan sebenarnya ini juga berkaitan dengan jam tidur saya juga," ungkap perempuan berusia 23 tahun pada Okezone saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019).

Di lain sisi, fakta dari Data Internal Go Food menjelaskan bahwa jam malam memang paling banyak diminati masyarakat milenial untuk memesan makanan. Ini berkaitan dengan budaya Indonesia yang selalu melakukan makan malam.

 

"Masyarakat Indonesia itu suka dengan makan malam bersama memesan makanan berat saat malam hari adalah tren yang kini sedang banyak dilakukan. Kebanyak dari mereka biasanya memesan makanannya di jam 7 sampai 8 malam," terang Chief Commercial Expansion GOJEK Catherine Hindra Sutjahyo.

Catherine melanjutkan, untuk jenis makanan yang banyak dipesan, biasanya itu paket ayam, paket nasi, mie, dan kudapan malam. Semua makanan ini juga masuk ke dalam kategori makanan yang paling banyak dipesan masyarakat milenial di seluruh Indonesia. Ya, jadi bukan hanya terjadi pada mereka yang tinggal di perkotaan.

 

Sementara itu, berdasar keterangan Fachrie Rizky Fauzan, yang merupakan seorang driver ojek online yang biasa menangani pesanan makanan, jam malam yang paling ramai itu di jam 7-11 malam. Tidak menutup kemungkinan juga beberapa orang memesan makanan di jam 12 malam ke atas.

"Ya, kalau ngomongin menu makanan yang banyak dibeli di jam malam, tentunya makanan yang dijual di restoran 24 jam seperti fast food," papar Fachri.

Menurut Fahcrie, kendala yang selama ini dialami saat mengantar makanan malam hari adalah waktu pembuatan makanan yang lama. Ini berkaitan juga dengan jam pulangnya. "Jadi, kalau bisa memang kita nyarinya yang proses bikinnya cepet. Kalau orderan cepet dianter, kitanya juga cepet bisa pulang. Pointnya sudah cukup," tambahnya.

Makan di jam malam itu bahaya untuk kesehatan

Dilansir Okezone dari Health Line, makan di jam tengah malam benar-benar tidak sehat untuk tubuh Anda. Salah satu penjelasannya ialah jika Anda makan tengah malam, maka Anda memasukan lebih kalori ke dalam tubuh Anda dan ini berkaitan juga dengan kenaikan berat badan!

Sebagai contoh, para peneliti melihat hubungan antara waktu makan dan total asupan kalori dari 59 orang. Khususnya, individu yang makan lebih dekat dengan waktu tidur. Mereka makan lebih banyak kalori secara keseluruhan daripada mereka yang makan malamnya di sekitar jam 7 malam.

( Baca Juga : 5 Potret Vanessa Angel Liburan Bareng Kekasih, Hot Basah-Basahan Pakai Bikini! )

Studi lain menemukan bahwa orang yang makan antara jam 11 malam dan jam 5 pagi mengkonsumsi kira-kira 500 kalori lebih banyak per hari dibandingkan mereka yang membatasi asupannya pada jam-jam siang hari. Seiring waktu, rata-rata pemakan malam hari memperoleh 10 pound lebih (4,5 kilogram).

Dengan demikian, makan di malam hari dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan ini berkaitan erat dengan diabetes yang tentunya bisa membahayakan kesehatan Anda.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini