nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pecahkan Rekor, Seekor Tuna Raksasa Berhasil Terjual Rp43 Miliar

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 04:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 07 298 2001235 pecahkan-rekor-seekor-tuna-raksasa-berhasil-terjual-rp43-miliar-vItrqdb1zJ.jpg Ikan tuna seharga Rp43 miliar (Foto: AFP)

SEORANG pengusaha sushi asal Jepang berhasil memecahkan rekor baru lantaran memboyong seekor tuna raksasa senilai Rp43 miliar. Ikan tersebut dijajakan pada proses pelelangan yang dilangsungkan di Tsukiji Market, belum lama ini.

Kala itu, penawaran berhenti di angka 333,6 juta yen dan dimenangkan oleh Kiyoshi Kimura. Pria yang dikenal dengan sebutan "Raja Tuna" itu nekat menggandakan harga lelang, hingga mengukuhkan dirinya sebagai pemenang. Dengan demikian, ia berhak membawa pulang ikan tuna sebesar 278 kg yang ditangkap di lepas pantai utara Jepang.

"Aku membeli tuna yang enak. Harganya lebih tinggi dari perkiraan semula, tapi saya harap pelanggan kami akan tertarik mencicipi tuna yang luar biasa ini," Kata Kimura setelah pelelangan.

 Baca Juga: Makan Steak Berlapis Emas, Franck Ribery Ngamuk Usai Dihujat Netizen

Sedikit tentang Tsukiji Market pasar yang selama ini terkenal karena pelelangan tuna sekaligus objek wisata populer di kalangan wisatawan mancanegara itu, baru saja dipindahkan pada Oktober lalu ke daerah Toyosu. Daerah ini dulunya bekas pabrik gas yang terletak di timur Jepang.

Dibuka pada tahun 1935, Tsukiji selalu menjanjakan berbagai hasil tangkapan laut, khususnya tuna dari seluruh dunia. Para chef profesional hingga restoran berbintang Michelin kerap menyuplai pasokan ikan segar dari tempat ini.

Proses pelelangan sendiri diketahui paling ramai dilakukan pada awal tahun yang baru. Para pedagang grosis, maupun pengusaha sushi ternama di seluruh dunia rela membayar harga yag sangat tinggi untuk mendapatkan ikan terbesar dan terbaik.

 Baca Juga: Makan Mi Nyemek Ayam Kampung Minumnya Wedang Jahe, Nikmatnya Tiada Tara

Meskipun kini tempatnya relatif lebih jauh dari pusat Tokyo, kegiatan pelelangan ternyata masih dilangsungkan. Kegiatan tersebut dilakukan sebelum matahari terbit, di mana para pembeli akan memeriksa kualitas tuna segar dari ujung ekor hingga ujung kepalanya.

Para pedagang biasanya akan memberikan irisan daging ikan untuk digosokkan kepada jari-jari para pengunjung. Dengan demikian, para pengunjung dapat mengetahui apakah ikan yang hendak dibeli memiliki kualitas terbaik atau tidak.

Berdasarkan penuturan para wisatawan, suasana pelelangan di Tsukiji Market memang layak untuk dinantikan. Pada pukul 5.10 waktu setempat, bel tangan akan berdering untuk menandai dimulainya pelelangan. Suara juru lelang pun akan terdengar keras meneriaki harga yang diajukan para pembeli sembari mengangkat jari sebagai wujud ketertarikan mereka.

"Akhirnya, lelang pertama di tahun yang baru diadakan di pasa Toyosu. Kami punya banyak tuna di sini, seperti yang kami lakukan di Tsukiji," kata Yoshihiko Otaki, salah seorang pejabat pasar.

 

Pada kesempatan yang berbeda, Gubernur Tokyo Yuriko Koike berharap, Tsukiji Market yang kini disebut Pasar Toyosu itu dapat dicintai oleh banyak orang. Pasalnya, sebelum pasar dipindahkan, sempat terjadi pro dan kontra hingga dibutuhkan proses yang panjang untuk menyelesaikannya.

"Tsukiji sudah melewati masa jayanya, ada kekhawatiran tentang peraturan, keamanan, dan kontrol kebersihan yang sudah ketinggalan zaman. Sebaliknya, pasar yang baru ini menawarkan fasilitas pendingin yang canggih dan jauh lebih besar," jelas Yuriko.

Namun perlu digarisbahwai, bahwa Toyosu Maket berada di situs bekas pabrik gas dan tanahnya diklaim telah terkontaminasi zat kimia. Hal ini memaksa pemerintah setempat menghabiskan jutaan dolar untuk melakukan proses pembersihan sehingga layak ditempati. Demikian dilansir dari AsiaOne, Selasa (8/1/2019).

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini