24 Provinsi di Indonesia Berisiko Tinggi Sebarkan Penyakit Campak

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 07 481 2001119 24-provinsi-di-indonesia-berisiko-tinggi-sebarkan-penyakit-campak-8TIeFqgzgM.jpg Ilustrasi campak (Foto: Bestonlinemd)

Capaian kampanye vaksin measles rubella (MR) di awal tahun 2019 jadi sorotan kembali. Kementerian Kesehatan RI mengungkap sebanyak 24 provinsi di Indonesia jadi wilayah yang berisiko terhadap penularan penyakit campak.

Untuk menurunkan mata rantai penularan penyakit campak dan rubella, pemerintah melanjutkan kembali kampanye vaksin MR tahun ini. Secara keseluruhan, pemerintah pun memetakan daerah-daerah yang berisiko tinggi menularkan penyakit campak, sampai dengan yang bebas dari ancaman penyakit menular itu.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr Anung Sugihantono, M.Kes mengatakan, ada beberapa provinsi yang dikhawatirkan jumlah kasus penyakit rubella atau campak masih besar. Karena itu, biar berhasil mencegah, kampanye imunisasi MR atau imunisasi dasar wajib, programnya harus dilanjutkan.

 Baca Juga: Dikabarkan Putus Kontrak, 4 Rumah Sakit di Jakarta Ini Masih Bisa Terima Pasien BPJS

"Berdasarkan penilaian penularan penyakit campak yang telah dilakukan di beberapa daerah ada 24 provinsi yang berisiko tinggi dan satu provinsi yang bebas penyakit," ungkap Anung kepada media di Kantor Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2018).

Anung menambahkan, untuk mengurangi risiko kejadian luar biasa (KLB) campak maupun rubella, harus dilakukan penutupan gap imunitas, terutama di wilayah-wilayah yang berisiko tinggi. Salah satunya dengan Mop Up, ORI atau respon imunisasi dalam rangka mengendalikan KLB.

Setiap daerah, sebut Anung, juga harus melakukan penguatan imunisasi MR sesuai dosis yang dianjurkan. Dosis pertama harus diberikan pada bayi berusia 9 bulan, dosis kedua diberikan pada anak 18 bulan, kemudian biar semakin lengkap anak wajib ikut program imunisasi sekolah atau dikenal dengan istilah BIAS.

 Baca Juga: Perjuangan Berliku Proses Akreditasi Rumah Sakit di Pedalaman Papua

"Kami juga terus mengedukasi masyarakat dengan menanamkan pemahaman agar mereka dapat perlindungan optimal dari penyakit campak atau rubella," bebernya.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kesehatan, sebanyak 12 provinsi di Indonesia sukses menggelar program imunisasi MR sampai 95%. Daerahnya antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Papua Barat, Lampung, Gorontalo, Bali, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

 

Selain itu, ada tiga provinsi terendah cakupan imunisasi MR, yang mana targetnya kurang dari 50%. Provinsi tersebut adalah Aceh, Sumatera Barat dan Riau.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini