nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awas, Depresi Bisa Pengaruhi Keintiman Seksual

Yosua Tobing, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 14:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 07 485 2000996 awas-depresi-bisa-pengaruhi-keintiman-seksual-fW3mB8EH7i.jpg Depresi bisa ganggu keintiman seksual (Foto:Ist)

 

DEPRESI biasanya terjadi karena adanya perasaan sedih yang berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang. Depresi sendiri dapat memiliki dampak yang menghancurkan dalam begitu banyak bidang kehidupan Anda pribadi.

Kadang Anda sendiri bisa sulit untuk memahami atau menilai sejauh mana efek besar yang dapat dimiliki depresi. Itulah mengapa penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships melihat bagaimana depresi dapat mempengaruhi keintiman di antara pasangan dan pada akhirnya dapat mengganggu kehidupan seks mereka. Dikutip Okezone dari Bustle, Senin (07/01/2019).

"Depresi biasanya dipelajari dengan cara yang benar-benar individual, menyelidiki sebab dan akibat penyakit depresi dan bagaimana mereka mempengaruhi pasien," kata penulis studi Amy L. Delaney dari Universitas Millikin kepada Bustle.

"Tapi kita tahu bahwa depresi adalah penyakit bawaan yang tidak dapat terlepas,” lanjutnya.

Baca Juga : Menengok Gaya Eyna, Selebgram Cantik yang Dapat Hadiah Mercederz-Benz

Baca Juga : 5 Potret Vanessa Angel Liburan Bareng Kekasih, Hot Basah-Basahan Pakai Bikini!

Dalam mempelajari cara depresi mempengaruhi, menemukan gangguannya dengan kehidupan sehari-hari dan kehidupan seks pasangan. Studi ini mengamati 106 pasangan di mana satu atau kedua pasangan menderita depresi klinis. Studi ini juga menemukan bahwa pada peserta pria dan wanita, depresi dikaitkan dengan kesulitan dengan keintiman seksual termasuk harga diri seksual yang rendah, merasa jauh dan tidak dapat berkomunikasi tentang seks, dan penurunan minat dalam seks.

Meskipun depresi memiliki efek pada kehidupan intim pasangan, hubungan ini tampaknya berasal dari gangguan dalam kehidupan sehari-hari mereka yang disebabkan oleh depresi. Gangguan ini lebih terkait dengan depresi pada pria daripada wanita.

"Temuan utama adalah bahwa gangguan dari pasangan, tingkat di mana satu pasangan mengganggu rutinitas dan tujuan pasangannya yang secara signifikan dikaitkan dengan serangkaian tantangan keintiman seksual untuk pasangan," kata Delaney.

"Tetapi dalam data ini, itu adalah gejala depresi priayang paling baik meramalkan campur tangan pria dan wanita dari pasangan," lanjutnya.

Lantas, pria yang mengalami depresi memiliki dampak yang lebih mempengaruhi kehidupan pasangan sehari-hari. Alasannya, pria lebih banyak terjadi depresi yang tidak jelas, walaupun pria yang depresi mungkin merasa gangguan dalam kehidupan sehari-hari lebih banyak daripada wanita atau mungkin wanita lebih mengetahui bagaimana depresi pasangan mempengaruhi hidup mereka.

Dalam kedua kasus tersebut, cara pasangan menanggapi depresi pasangan pria menunjukan hubungan yang lebih kuat dengan kesulitan seksual karena mengalami lebih banyak gangguan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini