nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Putus Sekolah, Remaja Riyan Jualan Kue Gandos Bantu Ekonomi Keluarga

Alma Dwi, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 12:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 09 196 2001949 putus-sekolah-remaja-riyan-jualan-kue-gandos-bantu-ekonomi-keluarga-w3gk238ZKa.jpeg Putus sekolah remaja Slamet Riyanto atau Riyan jualan gandos (Foto:Solopos)

PENDIDIKAN merupakan aspek yang sangat penting. Seperti yang kita ketahui, pemerintah telah menetapkan peraturan mengenai wajib belajar minimal 12 tahun atau sampai jenjang pendidikan SMA. Namun, tampaknya saat ini tak sedikit yang belum sesuai dengan ketetapan itu. Salah satu alasanya adalah lantaran terbentur dengan kondisi ekonomi.

Jika di umur 15 tahun seharusnya anak-anak duduk di bangku sekolah, berbeda dengan dengan Slamet Riyanto bocah asal Kudus, Jawa Tengah ini yang terpaksa harus berhenti mengenyam bangku sekolah dan harus membantu mencari nafkah untuk keluarganya.

Seperti yang Okezone kutip dari berbagai sumber, Rabu (9/1/2019), bocah yang akrab disapa Riyan tersebut sudah berhenti sekolah sejak 2017 saat ia duduk di bangku kelas VIII SMP, lantaran keluarganya tak mampu untuk membiayai.

BACA JUGA:  Bertubuh Tinggi & Seksi, Atlet Ini Kesulitan Punya Pacar

Di bekas bangunan gudang yang terletak di RT 1 RW 4 Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, Kudus, Riyan tinggal bersama ibu dan neneknya yang sudah berusia 70 tahun. Bangunan kurang layak tersebut sudah ditinggali sejak enam tahun terakhir.

Semenjak ayahnya meninggal pada 2016 lalu, kondisi ekonomi keluarganya memang kian memburuk. Hingga akhirnya setahun kemudian, Riyan memutuskan untuk mengakhiri sekolahnya. Hal itu karena ia malu kalau harus bayar uang sekolah yang selalu telat.

Saat ini Riyan mengisi hari-harinya dengan bekerja sebagai penjual kue gandos di Jalan Nitisemito saat sore sampai petang. Berjualan kue olahan santan dan kelapa itu dilakoninya sejak dua bulan terakhir.

Pilihan Riyan untuk berjualan kue gandos bukan tanpa alasan. Menurutnya, berjualan tidak butuh ijazah pendidikan. Karena tak ada modal, akhirnya dia berstatus sebagai buruh orang lain untuk menjualkan kue gandos. Dia mendapat upah per hari rata-rata Rp 30 ribu.

Uang hasil jualannya itu digunakan untuk membantu kebutuhan rumah. Lantaran penghasilan ibunya sebagai buruh warung makan yang hanya mendapat upah Rp 40 ribu per hari dirasa masih kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab selain untuk makan, penghasilan dari mereka juga untuk menanggung utang ayah Riyan pasca meninggal.

BACA JUGA:  Kisah Wanita Jadi Sugar Baby , Pelanggannya 9 Lelaki Sekaligus!

Keinginan Riyan untuk kembali mengenyam pendidikan rasanya kian jauh. Apalagi sampai saat ini belum ada sentuhan perhatian oleh pemerintah atas nasib keluarga mereka. Meskipun begitu, Riyan dan ibunya tak patah arang. Mereka enggan meminta-minta. Mereka akan terus bekerja selama masih diberi anugerah kesehatan.

Melihat kondisi keluarga yang jauh dari kata sejahtera akhirnya tak sedikit orang yang iba, dan rasa iba itu disalurkan dengan membeli kue gandos dagangan Riyan.

 

Adanya bocah yang putus sekolah dan terpaksa bekerja memang menjadi tamparan bagi pemerintah khususnya Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora). Maka, pemerintah diharapkan lebih serius melihat fenomena yang terjadi di masyarakat.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini