nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakar Kebohongan Analisa Wajah Vanessa Angel Penuh Ketakutan & Marah

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 12:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 09 196 2001965 pakar-ekspresi-analisa-wajah-vanessa-angel-penuh-ketakutan-marah-GkQ4xozaHf.jpg Mimik Wajah Vanessa Angel (Foto: TvOne)

KASUS prostitusi online yang melibatkan artis cantik berinisial VA atau Vanessa Angel, memang sedang ramai diperbincangkan saat ini. Pasalnya, hanya demi meraup pundi-pundi rupiah, mereka rela mengorbankan harga diri dan juga popularitasnya dengan terjerumus ke dalam dunia hitam.

Ya, beberapa hari lalu, Vanessa sendiri telah mengakui perbuatannya dan mengucapkan permintaan maaf di hadapan publik. Dengan raut wajah khasnya, Vanessa pun mengutarakan insiden yang melibatkan dirinya saat diciduk oleh satuan kepolisian di Surabaya.

Melihat masalah tersebut, Okezone melakukan wawancara ekslusif dengan Pendeteksi Kebohongan (Lie Detector), Handoko Gani MBA BAII LVA perihal ekspresi yang tersirat dalam wajah Vanessa Angel ketika meminta maaf dalam sesi jumpa wartawan beberapa hari lalu.

Baca juga:

Menurut Handoko, ekspresi yang tersirat pada wajah Vanessa menunjukkan posisinya yang sedang mengalami stres berat. Kondisi tubuh yang tegang diikuti dengan helaan nafas berkali-kali menunjukkan adanya perasaan emosi dan sedih yang bercampur menjadi satu.

“Bahwa selama kejadian hingga saat preskon ini dilakukan, VA dalam keadaan stressful. Kita melihat tubuh yang begitu tegang, helaan nafas berkali-kali, dan saat menyatakan perihal pemeriksaan polisi (di akhir-akhir bagian dari interview), terdapat ekspresi seperti ini,” tutur Handoko saat diwawancarai Okezone, Rabu (9/1/2018).

 

(Sumber foto: Tvone)

Handoko menilai perasaan yang dialami oleh Vanessa saat itu didominasi dengan perasaan marah, meskipun ada pula emosi yang menunjukkan kesedihan dalam dirinya. Yang menjadi indikator lainnya dalam kasus ini adalah ekspresi wanita yang berada di samping kanan Vanessa.

“Dalam kondisi stressful (emosi takut) yang dirasakan oleh VA, memang terlihat bahwa emosi yang dominan adalah emosi marah. Namun, emosi sedih juga terlihat. Seperti bisa dilihat di gambar berikut ini. Kita juga beruntung melihat ekspresi wajah dari wanita di samping kiri VA yang seakan mencerminkan proses yang telah dilalui oleh VA,” lanjutnya.

 

(Sumber foto: Tvone)

Handoko mengatakan ekspresi wajah adalah ilmu yang hanya bisa menilai emosi dari seseorang sebagai feedback otak atas stimulus yang dirasakan / dialami / dibayangkan. Emosi akan datang dan pergi dengan cepat. Bahkan, tanda-tanda mikro ekspresinya bisa jadi hanya 1/20 detik.

“Memang dalam analisis suara secara manual ataupun analisis verbal kalimat-kalimat yang diucapkan VA, terkesan sekali - less emotion (emosi nya bukan emosi level E - level maximum dari sebuah emosi, yang mungkin dianggap sebuah level yang seharusnya dirasakan oleh VA dalam kasus ini),” tutupnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini