nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ambrosia, Teknik Awet Muda Pakai Darah ABG

Bagas Taruna , Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 06:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 09 481 2002272 ambrosia-teknik-awet-muda-pakai-darah-abg-haWT0TbHbP.jpg ILustrasi. (Foto: Tenplay)

BERBAGAI cara dilakukan oleh orang untuk menutup tampilannya yang sudah tak muda lagi. Misalnya pada wanita dengan riasan atau gaya berpakaian bak remaja oleh pria dewasa. Tapi, tahukah Anda bila ada metode pengobatan aneh demi mencegah wajah yang terlihat menua?

Mengutip dari Odditycentral, teknik ini disebut dengan ambrosia. Dinamakan dari makanan mitologi para dewa Yunani, sering digambarkan bahwa siapapun yang menyantap hidangan itu akan mendapatkan umur panjang bahkan hidup yang abadi.

Tapi berbeda dengan hidangan, cara yang dilakukan untuk terlihat awet muda alah dengan mentransfer darah dari remaja berusia 16 hingga 25 tahun. Cukup dua jam saja, 2 liter plasma darah dari pendonor sudah bisa berpindah ke tubuh kliennya. Maka tidak heran jika metode ini membuahkan kontroversi.

Baca Juga: Titi Wati Miliki Berat Badan 350 Kg, Ini Bahaya Konsumsi Air Es

Image result for prevention in sexual transmitted disease

Adalah Jesse Karamazin, pendiri serta otak dibalik perusahaan Ambrosia Medical yang sudah ada sejak 2016 lalu. Dia mendapat ide untuk melakukan perawatan medis yang tak lazim ini setelah lulus dari Sekolah Medis Stanford.

Karamazin berhasil mengembangkan metode ini setelah membaca beberapa hasil studi yang mengatakan bahwa tikus yang lebih tua bisa terlihat awet muda dan lebih bertenaga berkat donor darah dari tikus muda. Ia pun menjadi yakin bahwa teknik ini juga bisa diaplikasikan kepada manusia.

Apa yang membuat teknik ini masih terdengar berbahaya adalah prosedurnya tidak mengharuskan Karamazin untuk mendapat ijin dari administrasi makanan dan obat-obatan setempat.

Baca Juga: Angelina Jolie Masuk Rumah Sakit?

Walau biasanya darah digunakan untuk menangani penyakit yang serius pada pasien, tapi Ambrosia Medical menawarkan teknik ini dengan tujuan perawatan anti-aging. Mencari donornya pun diakuinya cukup sulit, karena bank darah setempat tidak selalu mensortir darah berdasarkan usia ataupun tujuan peremajaan ini.

Meski demikian, banyak orang dari Eropa dan Australia berbondong-bondong mencoba tawaran Karamazin. Lebih dari 150 transfusi sukses diterapkan dan sebagian dari mereka ketagihan untuk mencobanya lebih dari sekali.

Karamazin pun mengundang perhatian media serta komentar para ahli yang menuai kritik. Misalnya ahli saraf dari Universitas Stanford Tony Wyss-Coray yang tak setuju dengan tindakan ini.

“Tidak ada bukti nyata dari kliniknya (bahwa pengobatan ini akan bermanfaat), dan pada dasarnya ia cuma mengusik kepercayaan orang serta kegembiraan publik dengan semua ini,” ujarnya.

Meski demikian, karena adanya permintaan maka kliniknya pun akan segera dibuka di New York, dengan patokan harga sekira Rp169 juta per transfusi. Batas usianya juga telah diturunkan dari orang berusia 35 menjadi 30.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini