nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Nora Baker, Perempuan Muslim yang Jadi Intelijen Inggris

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 11:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 10 196 2002489 mengenal-nora-baker-perempuan-muslim-yang-jadi-intelejen-inggris-GGIXFrSHUV.jpg Nora Baker Intelijen Inggris (Foto: Mvslim)

WANITA memang terlihat seperti makhluk yang paling lemah dan tak berdaya, namun jangan mudah terkecoh hanya dengan penampilannya. Nyatanya, sosok wanita bisa menjadi sebuah senjata yang diam-diam mematikan lho guys.

Salah satunya adalah kisah Noor-un-Nisa Inayat Khan atau biasa lebih dikenal sebagai Nora Inayat Khan alias Nora Baker. Wanita ini memang memiliki beberapa nama yang berbeda, ia adalah pahlawan perang Muslim pertama di Inggris yang berperan melawan Nazi selama Perang Dunia II.

Noor Inayat Khan adalah keturunan langsung dari Sultan Tipu di Mysore yang merupakan seorang penguasa Myrose ke-18 sehingga ia bisa disebut dengan putri India. Noor lahir pada 1914 di Moskow dari seorang ayah yang bekerja sebagai musisi Sufi dan seorang ibu yang berasal dari Amerika. Ia sendiri adalah anak tertua dari empat bersaudara.

Baca juga:

Sebagaimana dilansir dari Mvslim, Kamis (10/1/2019), karena pecahnya Perang Dunia Pertama, Noor dan keluarganya melarikan diri ke Prancis di mana mereka menetap di pinggiran kota Paris. Sebagai anak kecil, Noor suka membaca dan memainkan alat musik seperti harpa dan veena.

Ia belajar psikologi anak di Sarbonne dan musik di Paris Conservatory. Pada usia 25 tahun ia menerbikan buku cerita anak-anak pertamanya yang berjudul “Twenty Jataka Tales”. Buku tersebut terinspirasi oleh kisah-kisah Jataka dari tradisi Buddhis.

Pada 1940, ketika Perang Dunia Kedua pecah dan Jerman menginvansi Prancis, keluarga Noor pindah menuju Inggris. Sesampainya di sana, Noor memutuskan untuk menjadi sukarelawan di Women’s Auxiliary Air Force (WAAF) sebagai Aircraft-woman 2nd Class.

Pada 1941 Noor bersekolah di sekolah pelatihan pembom. Karena kemampuannya dalam berbahasa Prancis, dia diperhatikan oleh Eksekutif Operasi Khusus (SOE). Ini merupakan sebuah organisasi rahasia yang didirikan oleh Winston Churchill untuk melakukan spionase, sabotase dan pengintaian di Eropa.

Karena sifatnya yang pemalu dan feminism, ia ditugaskan sebagai agen rahasia pada 1943 dan dikirim ke Prancis sebagai operator radio. Tugas ini tentu sangat berbahaya dan berisiko tinggi, pasalnya polisi rahasia Jerman, Gestapo bisa melakukan triangulasi sinyal dan menemukan lokasinya.

Noor sangat bersemangat dengan pekerjaannya dan bersedia mengambil risiko untuk melawan Nazi. Pada minggu pertama sebagai agen rahasia di Paris, Gestapo menangkap hampir semua operator BUMN di kota. Namun, Noor berhasil melarikan diri.

Selama tiga bulan ke depan ia akan mengubah lokasi dan identitasnya untuk bersembunyi dari Gestapo dan bekerja untuk BUMN sebagai satu-satunya operator radio yang menyamar di wilayah tersebut. Pada akhirnya, Noor ditangkap oleh Gestapo, karena agen BUMN mengkhianatinya.

Setelah ditangkap dan diinterogasi ia berusaha melarikan diri untuk kedua kalinya, tetapi kedua upaya itu tidak berhasil. Tindakan ini menyebabkan dia diinterogasi dengan keras, meski demikian ia tidak berbicara tentang kegiatannya yang menyamar dan tidak mengungkapkan kode rahasia apa pun kepada Jerman.

Satu tahun setelah ditangkap, ia dipindahkan ke kamp konsentrasi Dachau. Di sana Noor disiksa secara brutal sebelum ditembak di kepala. Pada 1949, Noor dianugerahi George Cross dan pada 2006 biografinya yang disebut 'Spy Princess', ditulis oleh Shrabani Basu, berhasil diterbitkan.

Peringatan pertama yang dibuat tentang perjuangan seorang wanita Asia di Inggris adalah patung Noor yang diresmikan pada tahun 2012. (ren)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini