nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenpar Siapkan 23 Kegiatan untuk Recovery Pariwisata di Daerah Tidak Terdampak Tsunami

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 21:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 10 406 2002801 kemenpar-siapkan-23-kegiatan-untuk-recovery-pariwisata-di-daerah-tidak-terdampak-tsunami-1IfmR2F5h7.jpg Pasca tsunami di Banten (Foto: BNPB)

DALAM masa pemulihan (recovery) sektor pariwisata di daerah yang terdampak maupun tidak terdampak bencana tsunami Selat Sunda, Kemenpar telah menyiapkan 23 kegiatan yang akan digelar di dalam negeri dan mancanegara (20 kegiatan di Tanah Air dan 3 kegiatan di Malaysia).

“Kita menyiapkan sejumlah aksi dalam mendukung strategi promosi destinasi pariwisata yang tidak terkena dampak tsunami Selat Sunda yang terbagi dalam 23 kegiatan,” kata Adella Raung Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar, dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (10/1/2019).

Adella menjelaskan, fokus pada pemulihan destinasi tidak terdampak di Banten dan Lampung Selatan tersebut merupakan upaya menumbuhkan kepercayaan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) untuk berkunjung ke pesisir Pantai Selat Sunda.

 Baca Juga: Strategi Kemenpar Percepat Pemulihan Pariwisata Pasca Tsunami Selat Sunda

“Kami akan menggunakan strategi BAS (Branding, Advertising, dan Selling). Di antaranya melakukan Branding #ExcitingBanten #TheTreasureOfSumatra, Advertising di seluruh platform media serta merchandise (bahwa tidak semua area Banten dan Lampung terdampak), serta selling di event pariwisata, famtrip, dan roadshow penjualan pariwisata,” ujar Adela Raung.

Sekjen PHRI Kosmian Pudjiadi mengatakan, strategi promosi pada destinasi pariwisata yang tidak terkena dampak akan mempercepat pemulihan pariwisata Banten.

“Anyer sebagai destinasi yang tidak terkena dampak harus gencar dipromosikan kembali untuk mempulihkan kepercayaan wisatawan terhadap pariwisata pantai di Banten,” tutur Kosmian Pudjiadi.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Neng Nurcahyati dan Kadis Pariwisata Lampung Budi Harto bahwa Carita dan Anyer merupakan ikon pariwisata Banten yang harus segera dipulihkan kembali.

 Baca Juga: Serunya Liburan Desta Bersama Dua Putrinya ke Jepang Tanpa Ditemani Istri

“Kedua daerah wisata ini tidak terkena dampak tsunami,” papar Neng Nurcahyati.

Sementara itu dalam upaya mempercepat pemulihan pariwisata Banten dan Lampung, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menegaskan, kepeceryaan kepada wisatawan harus ditingkatkan antara lain dengan memberikan informasi mitigasi bencana lebih cepat dan akurat.

“Dalam upaya memberikan informasi yang cepat dan akurat BMKG telah memang early warning water level di perairan Banten dan Lampung Selatan, memasang 4 alat simograf di sekitar Gunung Krakatau, serta radar di pesisir pantai. Peralatan modern ini akan memberikan informasi lebih cepat dan akurat untuk disampaikan kepada masyarakat maupun industri pariwisata,” tukas Rahmat Triyono.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini