nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dokter Mogok di Indramayu, Dekan FKUI: Mogok Rugikan Pasien!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 14:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 10 481 2002566 dokter-mogok-di-indramayu-dekan-fkui-mogok-rugikan-pasien-oN2Jd8tTTl.jpg Dokter mogok kerja rugikan pasien (Foto:Okezone)

 

SEJUMLAH dokter RSUD Indramayu, Jawa Barat, lakukan mogok kerja. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas profesi antar dokter.

Diketahui, akar masalah dari tindakan ini adalah terjadinya pemecatan yang dilakukan direksi rumah sakit terhadap dua dokter spesialis. Mogok kerja juga dilakukan sebagai bentuk teguran terhadap intensif yang tidak kunjung naik.

BACA JUGA:  5 Potret Seksi Anya Geraldine, Bikin Hotman Paris Panas Dingin!

Melihat kasus ini, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Ari Fahrial Syam, SpPD, memberi tanggapannya selaku praktisi kedokteran juga. Menurutnya, tindakan mogok kerja adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan.

"Prinsipnya bahwa di dalam proses seperti ini, profesi dokter tetap harus mementingkan pasien, pelayanan tetap harus diberikan kepada para pasien," terangnya pada Okezone melalui sambungan telepon, Kamis (10/1/2019).

BACA JUGA:  Angelina Jolie Masuk Rumah Sakit?

dr Ari menjelaskan, dalam praktiknya, biasanya tindakan ini terjadi karena tidak adanya komunikasi yang terjalin baik antara dokter dengan pimpinan rumah sakit, sehingga jalan buntu ini muncul. Meski begitu, dr Ari menegaskan bahwa tindakan mogok kerja bukan solusi yang tepat. Sebab, ini sangat merugikan pasien.

Bagaimana pun, sambung dr Ari, pelayanan masyarakat khususnya pasien dengan penyakit apa pun, harus didahulukan. Ini sudah menjadi etika dan moral seorang dokter.

Namun, dr Ari juga menuturkan bahwa tindakan seperti ini menjadi pembelajaran bagi pimpinan rumah sakit, sehingga mereka mau mendengarkan aspirasi dokter-dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut. Jangan kemudian pimpinan rumah sakit malah mengabaikannya.

"Jadi semacam dua mata koin, satu sisi memang merugikan pasien, tapi satu sisi ini juga berkaitan dengan kesejahteraan dokter itu sendiri. Bagaimana pun, sekali lagi, pasien tetap harus mendapatkan pelayanan prima dan diutamakan," tambahnya.

Terlebih pada mereka pasien-pasien yang membutuhkan resep obat. Peran dokter di sini kan jadi sangat penting. Apalagi jika bicara mengenai pasien rawat inap yang harus tetap berada dalam jangkauan dokter.

"Menurut saya, meski pun ada mogok, ruang emergency tidak boleh ditinggalkan. Sebab, di sini penanganan dokter menjadi sangat penting. Emergency tetap buka!" terang dr Ari.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini