nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Kakak Beradik yang Diduga Jadi Korban Eksploitasi Seksual Anak

Tiara Putri, Jurnalis · Minggu 13 Januari 2019 11:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 11 196 2003323 kisah-kakak-beradik-yang-diduga-jadi-korban-eksploitasi-seksual-anak-z0WnA2YGiO.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

HINGGA saat ini, masih banyak anak yang menjadi korban eksploitasi. Entah itu eksploitasi ekonomi dan/atau seksual anak yang diperdagangkan. Para pelaku eksploitasi bisa berasal dari orang terdekat anak seperti keluarga maupun kerabat.

Penanganan anak korban eksploitasi tentu harus mendapatkan perhatian khusus. Sejumlah anak korban eksploitasi ada yang mendapatkan pembinaan dari lembaga pemerintah. Sebut saja di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) di bawah Kementerian Sosial.

Saat ini terdapat 8 BRSAMPK yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah BRSAMPK Handayani yang berlokasi di Bambu Apus, Jakarta Timur. Di sana kurang lebih terdapat 100 anak yang masuk dalam kategori anak memerlukan perlindungan khusus (AMPK) termasuk korban eksploitasi. Berdasarkan data, di tahun 2018 saja terdapat 11 anak yang menjadi korban eksploitasi dalam kasus perdagangan yang mengarah ke eksploitasi seksual.

(Foto: Tiara Putri/Okezone)

 Baca Juga: Gemas, Bocah 2 Tahun Jago Gambar Kucing & Hafal Abjad

Ketika Okezone berkunjung ke BRSAMPK Handayani baru-baru ini, salah seorang pekerja sosial bernama Azella menceritakan kasus yang terjadi pada seorang anak perempuan yang ditanganinya. Anak tersebut berinisial YS dan usianya 10 tahun. Dia diduga menjadi korban eksploitasi dari keluarganya. Namun hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan.

"YS ini datang bersama adiknya ke sini sekira satu tahun yang lalu. Mereka diduga dieksploitasi tapi masih belum jelas, apakah memang benar dieksploitasi atau anak mengalami kekerasan seksual tapi didukung keluarga. Diduga juga pelakunya adalah teman dari keluarga," ungkap Azella.

 

Menurut penuturannya, kedua kakak beradik ini diduga mengalami eksploitasi seksual di Purwakarta dan Tangerang. Sayangnya hingga saat ini pelaku belum terungkap. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna pendalaman kasus. Selain itu, YS dan adiknya mengalami kesulitan untuk menceritakan kejadian yang menimpanya secara detail.

 Baca Juga: Akibat Dijodohin Orangtua, Pengantin Wanita Merengek Minta Pulang Viral di Medsos

"Keterangannya masih suka berubah-ubah sehingga pembuktiannya sulit. Mereka tidak bisa menceritakan siapa yang melakukan, tempatnya di mana, kapan kejadiannya dan sudah berapa lama. Kemarin sempat ada titik terang tapi kemudian buyar lagi karena keterangannya berbeda, permasalahannya pun cukup kompleks," jelas Azella.

 

(Foto: Tiara Putri/Okezone)

Akan tetapi, anak-anak tersebut membenarkan bila mereka mengalami kekerasan seksual. Kepada Azella, YS beberapa kali menceritakan kejadian yang dialaminya.

"Dia tahu yang terjadi itu salah, tapi dia enggak paham itu sebuah kejahatan. Dia hanya paham bahwa itu adalah hal yang menyakitkan dan dia enggak suka. Dia juga merasa kalau mendapatkan kekerasan seksual sakit, tahunya lebih dinakalin," terang Azella.

 

Selama setahun berada di BRSAMPK Handayani, sudah banyak perubahan yang terjadi pada YS. Azella menuturkan bila pada awalnya YS mengalami kesulitan berbicara alias gagap. Seiring berjalannya waktu, anak tersebut mulai terbiasa berkomunikasi. Dalam kesehariannya, YS juga merupakan anak yang ceria.

"Sekarang dia juga sudah mulai melupakan permasalahan di masa lalu tidak begitu murung. Dulu di saat-saat tertentu ketika ditanya diam, tapi sekarang tidak. Lebih tenang, sudah banyak yang diketahui, paham bagian tubuh yang boleh disentuh orang lain dan pendidikan seksual lainnya, serta bagaimana cara ketika dirinya dalam situasi dinakalin," pungkas Azella.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini