nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Malu Bertanya, Remaja Tersesat 10 Hari hingga Menggelandang di Singapura

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 19:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 11 406 2003257 malu-bertanya-remaja-tersesat-10-hari-hingga-menggelandang-di-singapura-86RGUUSZqy.jpg Remaja ini tersesat di Singapura selama 10 hari (Foto:Worldofbuzz)


MALU bertanya saat di jalan. Ungkapan ini sepertinya tepat untuk menggambarkan pengalaman yang dialami seorang remaja 18 tahun asal Malaysia, Zhang Damin. Ia diduga tersesat selama 10 hari, karena terlalu malu bertanya kepada penduduk setempat.

Dilansir Okezone dari OddityCentral, Jumat (11/1/2019), ketika Zhang dilaporkan meninggalkan kampung halamannya untuk mencari pekerjaan di Singapura. Mengingat ia tidak memiliki sanak saudara di negara tersebut, Zhang menumpang di sebuah apartemen milik salah satu temannya yang kebetulan sudah mendapatkan pekerjaan tetap.

BACA JUGA:  Seksinya Cathy Sharon dengan Hot Pants, Foto Terakhir Tidak Pakai Celana Sama Sekali!

Pada hari pertama melamar kerja, teman sekamar Zhang memberikan uang senilai Rp520 ribu agar ia bisa membeli makanan. Pasalnya, pria malang itu hanya membawa ringgit Malaysia. Diakui oleh Zhang, uang itu ia gunakan untuk membeli makan siang di sebuah kafe yang letaknya berdekatan dengan apartemen mereka.

Namun setelah meninggalkan tempat tersebut, Zhang menyadari bahwa ia benar-benar tidak tahu arah untuk kembali ke apartemen temannya.

“Saya berjalan ke kafe terdekat untuk makan siang, tetapi saya tidak dapat menemukan jalan untuk kembali ke apartemen,” kenang Zhang dalam sebuah wawancara.

 18yo M'sian Got Lost in S'pore for 10 Days Because He Was Too Shy to Ask for Help - WORLD OF BUZZ 1

“Saya kebingungan, semua apartemen terlihat sama, dan saya tidak bisa mengenali jalan yang sebelumnya telah saya lalui,” timpalnya.

Kondisi ini semakin diperparah, setelah Zhang menyadari bahwa ia meninggalkan telpon genggam, paspor, dan semua ringgit Malaysia yang di bawanya di apartemen. Pada saat itu, ia berpikir bisa dengan mudah kembali ke apartemen setelah menyantap makan siang.

Jalan satu-satunya, Zhang harus meminta bantuan seseorang untuk memberikan petunjuk arah atau sekadar meminjam teleponnya. Tapi ternyata, ia sangat malu untuk berinteraksi dengan penduduk lokal.

“Saya sangat pemalu. Saya tidak tahu seperti apa karakter orang Singapura. Jadi saya tidak berani meminta bantuan atau meminjam telpon mereka. Saya juga tidak bisa menemukan kantor polisi,” kata Zhang.

Alih-alih meminta bantuan kepada penduduk setempat, ia menghabiskan waktu hingga 10 hari berkeliaran di tengah kota. Pada malam hari, ia tidur di luar gedung apartemen, menggunakan toilet mall untuk buang air, serta memakai sisa uang yang diberikan temannya untuk membeli camilan pengganjal perut.

“24 Jam pertama, saya tidak berani tidur. Saya berjalan dari malam hingga pagi,” papar Zhang.

 

Tetapi, semuanya menjadi semakin buruk ketika ia benar-benar kehabisan uang pada hari ke-8. Zhang bahkan nekat mengemis karena kondisi tubuhnya yang sudah sangat memprihatinkan.

BACA JUGA:  Lepas Bulu Mata Palsu, Begini Penampilan Baru Syahrini

“Saya kelaparan dan dehidrasi. Jadi saya memaksakan diri untuk mengemis. Tetapi saya tidak berani bertanya kepada semua orang, saya hanya bertanya kepada enam atau tujuh orang dalam dua hari. Beberapa orang yang baik hati memberi saya satu atau dua dollar,” ungkap Zhang.

Uang tersebut ternyata hanya cukup untuk digunakan membeli air mineral. Beruntung, pada 6 Januari lalu, seorang penduduk setempat mengenalinya dari pengumuman orang hilang dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Zhang ditemukan di sebuah taman bermain, 6 kilometer dari apartemen temannya. Menurut laporan media lokal, teman sekamar Zhang telah membuat laporan di kantor polisi terdekat, beberapa hari setelah Zhang tidak kunjung pulang.

Pasca kejadian tersebut, Zhang Daming memutuskan untuk kembali ke Kuala Lumpur, dan mengatakan kepada media lokal bahwa, ia tidak akan kembali ke Singapura karena takut tersesat lagi.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini