nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hati-Hati, Ini Bahaya di Balik Sering Putus Asa

Yosua Tobing, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 10:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 11 481 2002967 hati-hati-ini-bahaya-di-balik-sering-putus-asa-qVequU0GRo.jpg Putus asa bisa berujung kematian (Foto: Zeenews)

Biasa orang yang sangat terasa terbebani oleh berbagai tekanan hidup dapat menimbulkan keputusasaan dan menyerah. Studi menyebutkan, seseorang yang putus asa atau menyerah dapat mengantarnya kepada kematian.

Setiap manusia pastinya tidak akan pernah luput dari yang namanya cobaan. Ketika orang telah mengalami keputusasaan yang tinggi, bisa dapat berdampak pada kondisi psikologis orang tersebut.

Banyaknya tuntutan atau masalah yang harus dihadapi dari setiap aspek yang dapat menyudutkan orang tersebut. Terkadang masalah-masalah tersebut datang bertubi-tubi ke dalam hidup dan membuat seseorang merasa lelah untuk menghadapinya.

Rekan peneliti senior John Leach mengatakan, keputusasaan adalah kondisi di mana kondisi medis nyata dan bisa berujung kematian bila tidak ditangani dalam tiga minggu. Okezone lansir dari New York Post, Jumat (11/1/2019).

Gangguan ini biasanya terjadi setelah seseorang menderita trauma parah dan merasa tidak ada jalan keluar atas permasalahan yang telah ia hadapi. Leach juga mengatakan para korban itu percaya satu-satunya jalan untuk mengatasi dan keluar dari permasalahan ini adalah kematian.

depresi

John Leach menyebutkan rangkaian tingatan seseorang yang mengalami keputusasaan, bisa menarik diri dari lingkungan sosial, kurang motivasi, dan mendapat respons rasa sakit, apatis, dan mengalami kematian psikogenik. Leach dari Universitas Portsmouth di Inggris menambahkan, kematian psikogenik itu nyata, itu bukan bunuh diri dan tidak terkait dengan depresi. John Leach menyebutnya sebagai kehancuran seseorang. Penemuannya ini dipublikasikan dalam Science Direct.

BACA JUGA: Seksinya Cathy Sharon dengan Hot Pants, Foto Terakhir Tidak Pakai Celana Sama Sekali!

Menurutnya, kehilangan keinginan untuk hidup dapat berasal dari kerusakan pada sirkuit otak yang mengatur perilaku. Rekomendasi saran yang diberikan oleh Leach adalah motivasi yang sangat penting untuk menghadapi kehidupan dan bila hal itu gagal, makan apatis pun akan muncul dengan sendirinya.

"Dorongan untuk mengembalikan sikap putus asa dan menyerah pada kematian cenderung datang ketika seorang yang selamat dapat menemukan atau memulihkan perasaan terhadap pilihan atau memiliki kendali yang disertai dengan proses penyembuhan luka-luka mereka dan mengambil manfaat baru dalam kehidupannya," jelas John Leach.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini