nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wanita Ini Oles Matanya dengan Krim Ereksi Penis, Penyebabnya Fatal Banget!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 14:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 11 481 2003051 wanita-ini-oles-matanya-dengan-krim-ereksi-penis-penyebabnya-fatal-banget-tyzUuQmjxU.jpeg Periksa Mata (Foto: Telegraph)

TULISAN dokter yang begitu "unik" akhirnya menyebabkan dampak buruk bagi seseorang. Ahli pun kemudian menyarankan untuk para dokter setidaknya bisa memperbaiki tulisannya.

Ini terjadi karena seorang pasien dari Glasglow mengalami kejadian yang tidak mengenakan. Setelah dia menerima resep dokter karena masalah matanya. Resep ini yang kemudian menjadi awal petaka baginya.

Diketahui, pasien perempuan ini mengeluhkan pandangan yang mulai kabur, bengkak di bawah mata, mata memerah, dan rasa tidak nyaman setelah dia mengoleskan obat yang diresepkan.

Selidik punya selidik, ternyata apoteker salah membaca tulisan dokter. Laporan ini dipublikasi dalam jurnal BMJ Case Reports.

Baca juga:

Dilansir Okezone dari Telegraph, Jumat (11/1/2019) obat yang seharusnya diterima si pasien karena masalah matanya ialah "VitA-POS", sementara apoteker membacanya "Vitaros" yang mana ini merupakan obat untuk ereksi Penis. Kemiripan tulisan ini yang kemudian menjadi masalah.

Karena si perempuan ini tidak mengetahui jenis obat dan sangat percaya dengan resep dokter dan apoteker, maka dengan santainya dia mengoleskan obat ereksi itu di matanya. Efek buruk pun menimpa si pasien yang tidak bisa disebutkan namanya.

Perlu Anda ketahui, obat yang dioleskan si pasien ini mengandung alprostadil atau zat kimia alami yang bisa bekerja memperbesar pembuluh darah. Jika obat oles ini diaplikasikan selain di penis, ini malah akan meningkatkan aliran darah ke arah situ. Kebayang bagaimana kondisi mata si pasien?

Untungnya, mata si pasien mulai sembuh setelah dia kembali ke rumah sakit dengan keluhan di atas. Dokter langsung memberikan antibiotik, steroid, dan cairan pelumas. Meski begitu, efek mata merah dan rasa tidak nyaman tetap ada.

"Kami ingin meningkatkan kesadaran atas adanya obat-obatan dengan ejaan yang mirip," terang Magdalena Edington, seorang ahli dari Tennent Institute of Ophthalmology.

Magdalena juga menyarankan untuk pemberi resep agar memastikan kembali resep obat dengan mengecek keseluruhan obat dan yang terpenting di sini ejaannya untuk meminimalisir risiko semacam ini.

"Kasus ini tidak biasa. Anehnya ialah apoteker harusnya sadar bahwa obat yang dia berikan itu seharusnya dioleskan di Penis dan ini malah diinsturksikan di oleskan di mata. Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi," tambahnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini